Rabu 18 Oct 2023 09:06 WIB

Proses yang Berkualitas

Kebutuhan lulusan S3 khususnya untuk mengajar di PT masih sangatlah besar.

Prof Ema Utami dari Universitas Amikom Yogyakarta
Foto: amikom
Prof Ema Utami dari Universitas Amikom Yogyakarta

Oleh: Prof Ema Utami*

 

REPUBLIKA.CO.ID, Resmi diizinkannya penyelenggaraan Program Studi Informatika Program Doktor Universitas Amikom Yogyakarta yang SK nya diserahterimakan pada saat Dies Natalis ke-29 pekan lalu, segera ditindaklanjuti oleh Direktorat Program Pascasarjana dengan membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB).

Alhamdulillah, respons yang diberikan oleh masyarakat khususnya yang memiliki minat untuk melanjutkan studi S3 cukup besar. Sampai dengan tenggat waktu yang ditetapkan, sebanyak 45 calon mahasiswa Program Doktor Informatika Universitas Amikom Yogyakarta telah memasukkan berkas pendaftaran.

 

Para pendaftar yang sebagian besar merupakan dosen berasal dari 10 provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

Besarnya minat khususnya dosen untuk melanjutkan studi S3 juga tampak terlihat saat kami melakukan roadshow ke Lombok beberapa waktu yang lalu. Perguruan Tinggi (PT) yang kami kunjungi memberikan perhatian besar dengan adanya Program Doktor Informatika di Universitas Amikom Yogyakarta.

Baik dari para pimpinan PT yang ingin memiliki sumber daya dosen dengan lulusan akademik jenjang tertinggi yakni tingkat Doktoral, demikian pula bagi para dosen yang memiliki keinginan untuk studi lanjut dalam usaha meningkatkan pengetahuan akademik yang dimilikinya. Namun demikian tentu selain semangat dan minat yang besar, banyak hal lain yang harus dipersiapkan.

Singkatnya jadwal PMB untuk angkatan pertama di Program Doktor Informatika Universitas Amikom Yogyakarta dengan berbagai syarat yang ada dimungkinkan tidak semua pendaftar dapat memenuhinya. Salah satu syarat utama untuk mendaftar di program Doktoral ini adalah adanya draft proposal Disertasi.

Bagi pendaftar yang sudah jauh hari merencanakan untuk studi lanjut S3 umumnya sudah memiliki rencana penelitian yang sudah atau siap dituangkan dalam sebuah proposal. Penelitian jenjang S3 yang dituntut menghasilkan kebaruan atau novelty tertentu merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi.

Bidang penelitian yang spesifik dan sempit, serta tuntutan kebaruan yang harus dihasilkan, umumnya akan membutuhkan usaha ekstra secara mandiri. Adanya rekam jejak, pengalaman, dan atmosfer penelitian sebelumnya tentu sangat diharapkan dimiliki oleh calon mahasiswa yang akan sangat membantu dalam menjalani perkuliahan di jenjang S3.

Tidak dimungkiri bahwa dari berbagai pengalaman yang disampaikan, terdapat mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk dapat menyelesaikan kuliah S3. Namun demikian tidak sedikit pula mahasiswa yang mampu menyelesaikan kurang dari empat tahun. 

Keinginan untuk bisa lulus tepat waktu tentu sangat diharapkan, khususnya bagi dosen yang studi lanjut S3 sehingga dapat segera kembali ke kampus masing-masing. Kebutuhan lulusan S3 khususnya untuk mengajar di PT masih sangatlah besar.

Data statistik dari berbagai sumber menyebutkan bahwa persentase penduduk Indonesia yang studi S3 hanya 0,02 persen sangat mendukung kebutuhan tersebut. Keinginan untuk bisa segera memiliki dosen lulusan S3 dan kembali mengajar disampaikan oleh para pimpinan PT saat melakukan roadshow ke Lombok beberapa waktu yang lalu.

Namun demikian tentu sangat sulit dipenuhi jika ada tuntutan dari pimpinan PT agar semua dosen yang mereka biayai studi S3 nya dapat lulus dalam waktu tertentu. Banyak faktor yang dapat berpengaruh dalam keberhasilan studi S3.

Bagaimana dan kapan dapat menemukan kebaruan dalam penelitian saat kuliah S3 merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Sehingga kemampuan diri pribadi mahasiswa khususnya dalam melakukan penelitian merupakan faktor penentu kelancaran dalam menjalani perkuliahan S3.

Sebagai jenjang pendidikan formal tertinggi yang nantinya menyandang gelar Doktor, tentu lulusan diharapkan memiliki kualitas pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.  Hal tersebut sejalan dengan salah satu tujuan dari Universitas Amikom Yogyakarta yakni mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas global.

Komitmen untuk berproses dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas global ini tentu harus dimiliki dan menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Adanya tahapan proses yang harus dilalui untuk mencapai sebuah tujuan tersebut mengingatkan saya pada ayat 12-14 dalam surat Al Mu’minun yang menceritakan dengan detail bagaimana penciptaan manusia.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" Wallahu a’lam.

*Wakil Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Amikom Yogyakarta

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement