
Oleh : Prof Ema Utami (Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta)
REPUBLIKA.CO.ID, Hari ini, Rabu, 31 Desember 2025, menjadi penanda berakhirnya satu tahun perjalanan yang penuh dinamika. Seperti kebiasaan pada pengujung tahun, kita kadang berhenti sejenak untuk menengok ke belakang, merenung mengenai apa yang telah dilakukan, mencatat apa yang telah dilalui, dan sekaligus menata harapan untuk langkah berikutnya.
Saya teringat, pada pengujung tahun 2024, pernah menuliskan dalam kolom ini dengan judul 'Kado Indah Akhir Tahun' tentang terakreditasinya Program Studi D3 Teknik Informatika dengan hasil Unggul. Saat itu terselip harapan agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi semata, tetapi menjadi kelahiran baru, sebuah pijakan untuk menyusun rencana dan langkah ke depan dengan lebih baik.
Alhamdulillah, ketika satu per satu program studi menyusul dengan menunjukkan kualitasnya, fondasi institusi pun semakin menguat. Dan pada pengujung tahun 2025 ini kemudian menghadirkan kabar yang melampaui ekspektasi banyak pihak, yaitu akreditasi institusi Universitas Amikom Yogyakarta dengan peringkat Unggul.
Capaian Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) ini tentu bukan hasil dari satu kerja besar yang berdiri sendiri, melainkan akumulasi dari ikhtiar panjang yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Peringkat AIPT Unggul lahir dari kesadaran bersama bahwa mutu tidak dapat dibangun secara instan, tetapi dirawat melalui komitmen sehari-hari dalam proses pembelajaran, pengelolaan institusi, penguatan riset, serta keberanian untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebijaksanaan.
Akreditasi Unggul pada level institusi ini tentu menjadi penanda bahwa arah yang ditempuh selama ini berada pada jalur yang tepat, sekaligus pengingat bahwa tanggung jawab ke depan justru semakin besar. Kepercayaan publik yang dipastikan akan semakin menguat harus dijawab dengan konsistensi dalam menjaga mutu dan keberanian untuk terus berbenah.
Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya responsif terhadap perubahan, tetapi dituntut untuk mampu mengantisipasi arah masa depan. Universitas Amikom Yogyakarta yang dikenal lekat dengan perkembangan teknologi harus terus meneguhkan perannya, tidak hanya sebagai pengguna atau pengikut tren, tetapi sebagai pengarah dan pemberi makna atas pemanfaatan teknologi itu sendiri.
Akhir tahun 2025 ini, para dosen selain disibukkan dengan penyelesaian laporan akhir berbagai hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, juga mulai menata rencana melalui penyusunan proposal penelitian untuk tahun berikutnya. Aktivitas ini tentu merupakan salah satu bagian dari Universitas Amikom Yogyakarta dalam meneguhkan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan.
Di tengah percepatan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga memastikan bahwa riset yang dilakukan memiliki kedalaman, kebermanfaatan, dan kepekaan terhadap dampak sosial yang ditimbulkannya.
Saat ini terdapat 204 proposal yang sedang diajukan oleh dosen Universitas Amikom Yogyakarta, yang mencakup enam skema penelitian dan dua skema pengabdian kepada masyarakat. Jumlah tersebut tidak hanya merepresentasikan kuantitas usulan yang masuk, tetapi juga mencerminkan dinamika intelektual yang terus tumbuh dan bergerak di lingkungan kampus.
Setiap proposal mengandung gagasan, pertanyaan riset, serta ikhtiar ilmiah yang diarahkan untuk menghasilkan luaran yang relevan dan berdampak, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui skema penelitian dan pengabdian yang ada, dosen didorong untuk tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang terukur, aplikatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, proses pengusulan ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan ekosistem riset dan pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan dan dampak nyata.
Menutup tahun 2025 ini, deretan proposal yang sedang diproses tersebut menjadi simbol optimisme sekaligus tanggung jawab. Optimisme bahwa semangat meneliti dan mengabdi terus tumbuh, dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap ikhtiar akademik dijalankan dengan integritas, kolaborasi, dan visi jangka panjang.
Akhir tahun ini kembali mengingatkan bahwa keunggulan sejati bukan pada capaian akhir yang diraih, tetapi tentang kesediaan untuk terus belajar, berbenah, dan memberi makna bagi masa depan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-'Ashr ayat 1-3, 'Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.' Wallāhu a‘lam.