Ahad 22 Oct 2023 08:06 WIB

Kantor Dinkop UKM Bantul Dibobol Maling, Pelaku Pegawai Penjaga Malam

Pelaku mengambil uang yang ada di ruang persuratan dan kepegawaian.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Pengungkapan kasus pembobolan kantor Dinkop UKM Bantul.
Foto: Dokumen
Pengungkapan kasus pembobolan kantor Dinkop UKM Bantul.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul di kompleks perkantoran terpadu Pemda II Jalan Lingkar timur Manding Kalurahan Trirenggo, Bantul, DIY, dibobol maling. Uang puluhan juta rupiah raib digondol pencuri yang tak lain penjaga malam mereka.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan, peristiwa pencurian tersebut dilaporkan pada Selasa (17/10/2023) kemarin. Aksi pencurian itu sendiri diketahui pada Senin, 16 Oktober2023, pukul 09.00 WIB

"Peristiwa ini dilaporkan oleh korban bernama AAW, PNS setempat yang kehilangan uang tunai," ujarnya.

Jeffry menuturkan korban yang merupakan bendahara UMKM menyimpan uang di dalam laci meja kerja di ruang kerja kerjanya. Saat itu korban menyimpan uang sebesar Rp 20 juta dalam plastik kresek.

 

Selain itu, korban juga meletakkan uang lain dalam tas dan ditaruh dalam laci. Kemudian dikunci dan anak kunci dicabut lalu diletakkan di laci atasnya.

Anak kunci tersebut dijadikan satu di rak bolpoin lalu laci di kunci namun kunci tidak dicabut. "Pada Jumat tanggal 13 Oktober 2023 bahwa korban keluar ruangan sekitar pukul 16.00 WIB. Dan saat itu sudah tidak ada pegawai lainnya," jelasnya.

Saat itu korban pergi dengan tidak menutup pintu ruangan karena biasanya yang menutup tiap-tiap ruangan adalah penjaga malam. Di mana setidaknya ada empat orang penjaga malam yang bertugas di kantor tersebut.

Pada Senin, 16 Oktober 2023 sekitar pukul 09.00 WIB, korban terkejut karena melihat uang yang ada disimpan dalam laci meja kerjanya yang dalam plastik Rp 20 juta tidak ada alias hilang. Korban menduga uang tersebut diambil pelaku atau orang lain.

Setelah tahu korban berusaha mencari ke meja yang lain namun juga tidak menemukan uang yang dimaksud. Korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada kepala dinas dan sekretaris dinas, juga menghubungi para petugas jaga malam

"Namun dari mereka yang jaga malam menyarankan untuk membuka CCTV," katanya.

Kemudian pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 09.00 WIB di ruangan sebelah korban yakni ruangan persuratan dan kepegawaian di laci meja korban lain yaitu OEW juga mengaku kehilangan uang  Rp 6 juta terdiri dari enam bendel dan masih terbanderol dari bank.

Kejadian serupa terjadi di ruang sekretaris di meja salah satu staf juga kehilangan uang sebesar Rp 500 ribu. Kemudian kepala dinas melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bantul untuk penyelidikan.

"Setelah itu Polsek Bantul melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV dan lidik manual dengan meminta keterangan saksi yang di perkirakan mengetahui," tambahnya.

Polisi juga memeriksa petugas jaga malam. Dan didapat petunjuk yang mengarah kepada pelaku. Di mana salah satu terduga pelaku yakni salah satu petugas jaga malam berinisial GPA.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan mengakui telah mengambil uang yang ada dalam laci yang berada dalam ruang persuratan dan kepegawaian sebesar Rp 6 juta dan Rp 500 ribu yang ada dalam laci ruang sekretariat. Juga uang Rp 20 juta yang berada dalam laci saksi korban AA.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement