Rabu 22 Nov 2023 16:22 WIB

Antisipasi Genangan Air Hujan, Pemkot Surabaya Siapkan Unit Reaksi Cepat

Upaya antisipasi datangnya musim hujan dilakukan pemkot sejak April 2023.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki melintasi genangan air di Surabaya (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki melintasi genangan air di Surabaya (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyiapkan upaya antisipasi genangan menjelang musim hujan yang diprediksi terjadi pada akhir 2023. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiagakan Unit Reaksi Cepat (URC).

Kabid Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan, Unit Reaksi Cepat disiagakan untuk menanggulangi genangan saat turun hujan. Tim reaksi cepat tersebut berasal dari 1.480 Satgas pada DSDABM Surabaya.

"Untuk persiapan tenaga satgas di saat musim hujan, kami menyiapkan Unit Reaksi Cepat. Dimana saat ada kendala musim hujan atau kendala pada saluran, mereka bisa langsung cepat menangani sumbatan-sumbatan yang terjadi karena sampah dan sebagainya," kata Windo, Rabu (22/11/2023).

Windo mengaku, persiapan mengantisipasi datangnya musim hujan telah dilakukan pemkot sejak April 2023. Antisipasi dilakukan dengan normalisasi drainase atau saluran baik saluran primer, sekunder, maupun tersier.

 

"Kita lakukan normalisasi menggunakan alat berat maupun tenaga Satgas. Jadi normalisasi kita maksimalkan karena sangat penting. Memang laju sedimentasi saluran cukup besar, karena Surabaya berada di daerah dataran rendah, jadi kita harus rutin melakukan normalisasi," ujarnya.

Windo menjelaskan, sepanjang 2023 pihaknya sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat di 95 lokasi. Sementara normalisasi saluran menggunakan tenaga Satgas, sudah dilakukannya di sekitar 225 lokasi.

"Selain itu kita juga melaksanakan pembangunan saluran yang sudah kami rencanakan di 2023. Untuk 2022, alhamdulillah pembangunan saluran di beberapa titik sudah bisa untuk menangani genangan yang sering terjadi di beberapa tahun kemarin," kata dia.

Penanggulangan genangan air hujan, tidak hanya dilakukan DSDABM dengan melakukan normalisasi saluran. Namun pihaknya juga mengoptimalkan keberadaan 75 lokasi rumah pompa yang tersebar di Kota Surabaya.

"Karena sekitar 80 persen topografi Surabaya memang dataran rendah. Dengan adanya rumah pompa, maka aliran air lebih cepat mengalir ke laut atau ke sungai," tegasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement