Kamis 23 Nov 2023 18:36 WIB

Pasca-kebakaran, Kunjungan Wisatawan Gunung Bromo Terus Meningkat

Jumlah pengunjung kawasan wisata Bromo sepanjang September sebanyak 12.603 orang.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Pengunjung menaiki kuda di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Kawasan tersebut mulai ditumbuhi vegetasi sehingga tampak hijau setelah terbakar pada Rabu (6/9) dan padam pada Kamis (14/9).
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada
Pengunjung menaiki kuda di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Kawasan tersebut mulai ditumbuhi vegetasi sehingga tampak hijau setelah terbakar pada Rabu (6/9) dan padam pada Kamis (14/9).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Bromo terus meningkat setelah mengalami kebakaran pada awal September lalu. Terlebih kawasan yang sempat menghitam karena kebakaran ini sudah menghijau kembali.

Kepala Bagian Tata Usaha, Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani mengatakan, jika dibandingkan dengan September dan Oktober, ada peningkatan jumlah kunjungan wisata ke kawasan Bromo pada akhir-akhir ini. Hal ini termasuk di dalamnya jumlah wisatawan Nusantara (wisnu) dan mancanegara (wisman).

Baca Juga

Septi pun merincikan jumlah pengunjung kawasan wisata Gunung Bromo mulai 1 hingga 30 September 2023 sebanyak 12.603 orang. "Jumlahnya terdiri atas 1.333 wisman 11.270 wisnu," kata Septi saat dikonfirmasi Republika, Kamis (23/11/2023).

Kemudian pada bulan berikutnya tercatat ada 17.876 pengunjung.  Jumlah tersebut terdiri atas 1.370 wisman dan 16.506 wisnu. 

Sementara itu, mulai 1 hingga 23 November 2023 terdapat 18.427 orang mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo. Jumlahnya ini terdiri atas 744 wisman dan 17.683 wisnu.

Sebelumnya, telah terjadi kebakaran di kawasan wisata Gunung Bromo pada 6 hingga 10 September lalu. Situasi ini menyebabkan BB TNBTS harus menutup total seluruh akses masuk ke kawasan mulai 10 September pukul 19.00 WIB hingga 18 September 2023 guna proses pemadaman. Adapun berdasarkan laporan Menteri LHK per 23 September 2023, peristiwa tersebut telah menyebabkan 989 hektare (ha) hutan dan lahan di kawasan wisata Gunung Bromo ikut terbakar. 

Sementara itu, penyebab kebakaran ini karena pemotretan prewedding yang menggunakan flare. Selain flora yang terbakar, kejadian ini dilaporkan turut menyebabkan saluran air bersih terputus ke enam desa di Kecamatan Sukapura. Kepala Desa Jetak, Ngantoro mengungkapkan, keenam desa tersebut antara lain Desa Ngadirejo, Desa Wonokerto, Desa Ngadas, Desa Jetak, Desa Wonotoro dan Desa Ngadisari.

Gunung Bromo termasuk gunung berapi aktif di wilayah Jawa Timur (Jatim). Gunung berketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut ini berada di empat kabupaten, yakni di Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement