Senin 27 Nov 2023 15:36 WIB

Jateng Pastikan Kesiapan Personel dan Sarpras Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Musim penghujan sudah berangsur-angsur merata di sejumlah daerah.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
  Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, saat mengecek kesiapan personel dan peralatan pendukung penanganan kebencanaan.
Foto: Dokumen
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, saat mengecek kesiapan personel dan peralatan pendukung penanganan kebencanaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Mengantisipasi kerawanan bencana saat musim penghujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai menyiapkan personel, sarana, dan prasarana pendukung operasi kebencanaan.

Salah satu fokus kesiapan personel dan sarpras penanganan kebencanaan ini untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, baik banjir, longsor, maupun angin puting beliung.

Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengaku, pemerintah  sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi berbagai bencana yang berpotensi terjadi di musim penghujan.

Meskipun pemprov telah menyiagakan, masyarakat di Jateng yang tinggal di kawasan rawan bencana hidrometeorologi juga diminta tetap waspadai di lingkungannya masing-masing.

"Kami juga meminta agar masyarakat di kawasan bencana juga waspada," ungkapnya, pada Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Pengecekan Kesiapan Peralatan Penanganan Bencana, di halaman kantor Gubernur Jateng, Senin (27/11/2023).

Ia juga menyampaikan, seluruh personel dan peralatan pendukung kebencanaan disiapkan karena musim penghujan sudah berangsur-angsur merata di sejumlah daerah.

Untuk itu, pemprov harus mulai meyiagakan personel dan peralatan, guna mengantisipasi bencana yang berpotensi terjadi di saat musim penghujan tersebut.

Oleh karena itu, apel yang diikuti oleh 200 personel dari 26 instansi dan organisasi relawan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan personel maupun peralatan, sebagai upaya pencegahan dalam menghadapi bencana.

"Apel ini dalam rangka untuk mengecek dan memastikan kembali kesiapsiagaan yang harus kita lakukan dalam rangka menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan nanti, " ungkap Nana Sudjana.

Sementara itu, apel diikuti sejumlah intansi meliputi BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Baznas, PMI, Layanan Inklusi Disabilitas, dan Orari.

Selain kesiapsiagaan personel, Nana juga memastikan kesiapan peralatan yang digunakan dalam penanganan bencana. Seperti mobile flood pump, instalasi pengolahan air minum, ambulance, mobil dapur lapangan, dan traktor.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement