Senin 11 Dec 2023 11:53 WIB

Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY Adakan Kopdar Pengelolaan Administrasi dan Media Sosial 

Tidak semua sekretaris memiliki pengetahuan dasar tentang kesekretariatan.

Wartawan Republika, Fernan Rahadi (berdiri), mengisi materi Resep Menulis Berita pada acara Kopdar Pengelolaan Administrasi dan Media Sosial yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta di Kampus Unisa Yogyakarta, Sabtu (9/12/2023).
Foto: Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY
Wartawan Republika, Fernan Rahadi (berdiri), mengisi materi Resep Menulis Berita pada acara Kopdar Pengelolaan Administrasi dan Media Sosial yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta di Kampus Unisa Yogyakarta, Sabtu (9/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan acara Kopdar Pengelolaan Administrasi dan Media Sosial. Kopi darat yang diperuntukkan bagi sekretaris majelis dan lembaga PWA DIY, sekretaris pimpinan daerah, sampai pimpinan cabang se-DIY tersebut digelar di Kampus Unisa Yogyakarta, Sabtu (9/12/2023).

Tujuan kopdar tersebut adalah untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para carik untuk menulis dan memahami tugas pokok dan fungsinya. Kopdar rencananya tidak hanya berlangsung sekali tetapi akan dijadwalkan empat bulan sekali. 

Ketua PWA DIY, Dr Ismarwati, mengungkapkan sekretaris merupakan roda penggerak organisasi yang utama. Akan tetapi, sesuai realita yang ada tidak semua sekretaris memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang kesekretariatan. 

"Dengan adanya kopdar carik PWA ini diharapkan memberikan informasi dan menambah pengetahuan bagi para sekretaris," kata Ismarwati dalam sambutannya yang dikutip dari siaran pers Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) PWA DIY, Senin (11/12/2023).

 

Materi pertama disampaikan oleh sekretaris PWA DIY Jamilatus Sudah. Materi yang disampaikan Jamilatus meliputi pengelolaan persuratan mulai dari bagaimana menuliskan kop surat yang sesuai panduan administrasi. 

Kemudian, wartawan Republika Fernan Rahadi, memberikan materi kedua tentang 'Resep Menulis Berita di Media Massa'. Dalam paparannya, Fernan menjelaskan agar dalam menulis berita sesuai fakta secara kreatif, efektif, sistematis, serta membuat tulisan secara utuh dan menyeluruh. Selain itu dalam menulis berita juga perlu memaparkan informasi yang akurat dengan meneliti fakta dan mengerti isi konteks tulisan, serta mendompleng isu yang sedang jadi pembicaraan publik.

Materi ketiga tentang konten digital disampaikan oleh Hari Akbar Sugiyantoro, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisa. Akbar memberikan alasan bahwa saat ini semua informasi sudah berpindah ke digital.  Oleh karena itu dia memberikan tips membuat konten digital antara lain menyapa audiens, bersikap konsisten (warna, gaya tulisan, dan tema), serta mengedepankan kualitas (foto, video,  grafik, konten visual), membuat headline menarik, interaktif, serta membuat jadwal mengunggah yang konsisten, serta mempelajari tren.

Dengan adanya kopdar tersebut, diharapkan membantu para carik dalam menyamakan persepsi dan menambah pengetahuan serta keterampilan para carik dalam menulis berita. Di akhir acara disampaikan template dalam membuat surat sesuai peruntukannya sehingga diharapkan para carik akan lebih mudah dalam mengelola persuratan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement