Ahad 24 Dec 2023 04:19 WIB

Libur Nataru, Pemkab Gunungkidul Siapkan Rekayasa Lalin di Jalur Wisata

Ada beberapa titik jalan sempit, sehingga perlu rekayasa jalur.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
Foto: Dokumen
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSARI -- Pemkab Gunungkidul melakukan sejumlah persiapan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru mengatakan, diprediksi sebanyak 180 ribu wisatawan akan mengunjungi Gunungkidul pada momen liburan kali ini.

"Melihat lonjakan wisatawan perlu koordinasi yang baik dengan stake holder lain," kata bupati dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Handayani, Setda Gunungkidul.

Bupati juga mengatakan, wisata pantai masih menjadi favorit kunjungan wisatawan. Untuk itu, perlu persiapan ekstra di antaranya terkait kemacetan, akses jalan yang sempit dan pengelola wisata.

"Ada beberapa titik jalan sempit, sehingga perlu rekayasa jalur. Harapannya tidak macet yang akan berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan," jelas bupati.

Ia juga menegaskan, pelaku wisata untuk mempersiapkan diri menyambut wisatawan. Bupati meminta pelaku wisata menjadi pelayan yang baik sehingga tidak terjadi informasi atau pemberitaan yang negatif yang akan berdampak pada wisata Gunungkidul.

"Hal kecil apapun tolong diperhatikan, jangan sampai viral. Berita negatif sampai di mana-mana. Jadilah pelayan wisatawan yang baik," ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut Sunaryanta meminta Polres Gunungkidul melakukan pemetaan baik jalur, arus lalu lintas masuk dan keluar wisatawan, dan pemanfaatan jalur-jalur baru akses wisatawan ke Gunungkidul.

"Nanti harapnya bisa bekerja sama dengan karang taruna, masyarakat desa pengelola wisata," kata dia.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, butuh kesiapan ektra untuk menghadapi Nataru 2024 karena bertepatan juga dengan tahun politik pemilihan presiden dan legislatif.

"Sehingga perlu dilakukan koordinasi yang baik antar instansi dan elemen masyarakat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement