Rabu 10 Jan 2024 14:30 WIB

Imunisasi Polio Sasar 329 Ribu Anak di Surabaya, Ditargetkan Rampung Sehari

Imunisasi polio serentak putaran pertama direncanakan dimulai pada 15 Januari 2024.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina.
Foto: Dok Pemkot Surabaya
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, akan melaksanakan imunisasi polio serentak pada 15 Januari 2024. Imunisasi ini menyasar 329.616 anak.

Imunisasi itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor: IM.02.03/Menkes/1051/2023 tentang Pelaksanaan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) dalam Rangka Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio cVDPV2. 

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, imunisasi akan dilakukan dua putaran. Pertama pada 15-21 Januari 2024. Kemudian imunisasi kembali dilakukan pada 19-25 Februari 2024.

Nanik menjelaskan, sasaran imunisasi polio itu di Kota Surabaya sebanyak 329.616 anak, yang dibagi dalam dua kelompok. Untuk kelompok nonsekolah sasarannya 122.947 anak, yang imunisasinya akan dilaksanakan di Balai RW. 

 

Sedangkan kelompok usia sekolah sampai dengan 5-7 tahun ada 206.669 anak, yang untuk imunisasinya akan disediakan pos di sekolah-sekolah. “Harapannya pada tanggal 15 (Januari) bisa secara serentak dilakukan, seluruh target terpenuhi," kata Nanik, Selasa (9/1/2024).

Nanik menargetkan imunisasi polio itu bisa mencakup seratus persen sasaran. Untuk itu, ia meminta dukungan dari para camat, lurah, dan kepala puskesmas agar imunisasi polio itu dapat berjalan lancar. “Semoga kegiatan ini ke depannya bisa berjalan lancar dan sukses, sehingga bisa memberikan manfaat bagi warga, terutama agar anak-anak di Kota Surabaya, terhindar dari polio,” ujar dia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengharapkan imunisasi polio dapat lebih cepat dilakukan. Bahkan, ia mendorong imunisasi bisa mencakup seluruh sasaran dalam satu hari. Agar prosesnya cepat, kata dia, ada tiga tim yang dibentuk. Salah satu tim bergerak ke sekolah tingkat SD, satu tim ke PAUD, dan satu tim lainnya bergerak melakukan imunisasi di Balai RW untuk menyasar anak-anak yang belum sekolah.

“Satu hari selesai, maksimal dua hari. Nanti yang tidak sekolah dikumpulkan oleh camat-camat dan lurah untuk diarahkan ke Balai RW. Jadi, kita langsung ‘hantam’ (imunisasi) karena saya khawatir betul,” kata Eri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement