Senin 22 Jan 2024 14:20 WIB

Tim SAR Masih Cari 15 Awak Kapal Putra Sumber Mas di Perairan Madura

Kapal SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi.
Foto: Antara/Didik Suhartono
(ILUSTRASI) Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya melakukan pencarian terhadap 15 awak Kapal Putra Sumber Mas di sekitar perairan laut utara Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Untuk pencarian itu dikerahkan KN SAR 249 Permadi.

KN SAR 249 Permadi telah bertolak dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menuju area pencarian, dengan menempuh jarak sekitar 32 mil laut dan membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam. KN SAR membawa 13 anak buah kapal (ABK) dan tiga orang rescuer.

Baca Juga

Menurut Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya Mahmud Afandi, area yang disisir KN SAR 249 Permadi sekitar 22,04 mil laut. Luas area pencarian ini ditentukan melalui aplikasi SAR Map Prediction.

“Pada saat yang bersamaan, Kantor SAR Surabaya juga mengerahkan satu SRU air lagi, dari Unit Siaga SAR Sumenep, dengan menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) atau kapal cepat, dengan luas area pencarian sekitar 5,4 mil laut,” kata Mahmud, Senin (22/1/2024).

Mahmud mengatakan, tim SAR juga berkomunikasi dengan kapal yang melintas di sekitar area pencarian. “Kemarin, tim kami lakukan komunikasi dengan TB Oscar dan Kapal Cargo via Marine Channel untuk menyebarkan berita tentang Kapal Putra Sumber Mas, dengan harapan kapal yang melintas juga ikut membantu melakukan pemantauan dan pencarian saat mereka berlayar,” ujar Mahmud.

Kapal Putra Sumber Mas dilaporkan berangkat dari Pelabuhan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu (6/1/2024). Kapal tersebut hendak mencari ikan di perairan laut sekitar Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura. 

Setelah melaut selama 14 hari, Kapal Putra Sumber Mas dikabarkan berencana kembali ke Lamongan, melewati perairan laut utara Pulau Madura. Kemudian, pada Sabtu (20/1/2024) pagi, kapal tersebut dilaporkan mengalami mati mesin karena kemasukan air laut. 

Seorang ABK di kapal itu, Ubaid, menginformasikan kejadian tersebut kepada kapid (nakhoda yang tidak berlayar), untuk kemudian diteruskan kepada pemilik kapal dan perhimpunan nelayan Pelabuhan Dungkek, agar ada bantuan pencarian. Namun, karena pencarian tidak membuahkan hasil, nelayan kemudian melapor kepada petugas Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sumenep.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan turun melakukan pencarian. Upaya pencarian Kapal Putra Sumber Mas dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika kondisi cuaca di lokasi pencarian.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement