Kamis 01 Feb 2024 19:10 WIB

Jasa Marga: Jatim Catat Kecelakaan Pelajar Terbanyak di Jawa

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas generasi muda bisa memicu kemiskinan baru.

Pelajar mempraktekkan cara berkendara motor di area ujian praktek Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/1/2019).
Foto: Antara/Dispen Koarmada I
Pelajar mempraktekkan cara berkendara motor di area ujian praktek Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono menyebut Jawa Timur menjadi daerah dengan angka kecelakaan lalu lintas pelajar tertinggi di Jawa.

"Korban kecelakaan di kalangan pelajar sampai 34 persen dari total jumlah kecelakaan yang ada. Kalau komposisi kecelakaan tertinggi di Jawa adalah Jawa Timur disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujar Rivan Achmad di sela-sela kegiatan Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas (PPL) untuk para guru, mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di Surabaya, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga

Rivan menjelaskan tingginya angka kecelakaan lalu lintas akan membuat kemiskinan baru. "Korban kecelakaan lalu lintas 66 persen adalah laki-laki. 45 persennya masih di usia produktif. Maka berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan karena laki-laki adalah tulang punggung keluarga," kata dia.

Dengan data tersebut Rivan mengatakan, bahwa edukasi kepada tenaga pendidik untuk diteruskan ke pelajar sangat penting. Sebab masih tingginya angka kecelakaan pada pelajar menjadi tanggung jawab bersama.

"Untuk itu, salah satu bentuk tanggung jawab dari kami adalah dengan mengedukasi masyarakat terutama guru. Kami belajar dari Jepang yang pada tahun 1970an angka kecelakaan lalu lintasnya sebesar 15 persen, namun kini bisa ditekan," ujarnya.

Sementara itu, Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen. Pol. Bakharuddin Muhammad Syah mengemukakan bahwa Polri telah menangani 7.180 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia sejak 1 hingga 21 Agustus 2023. Data itu didapat dari IRSMS Korlantas Polri yang diakses pada Selasa 22 Agustus 2023 pukul 12.00 WIB. Kecelakaan mengakibatkan 782 orang meninggal, 9.053 orang luka ringan dan 779 orang luka berat.

"Sebanyak 42.080 orang terlibat sebagai pengemudi saat kecelakaan. Mirisnya, sebanyak 6.004 pengemudi masih berusia di bawah 17 tahun, atau kurang lebih 14,3 persen dari jumlah tersebut," kata Bakharuddin.

Melalui kegiatan Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas, Bakharuddin berharap dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. "Edukasi ini merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama kepada masyarakat, khususnya terhadap anak-anak. Sehingga diharapkan nantinya tertanam sikap disiplin sejak usia dini dan kelak dewasa nanti menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas bagi orang di sekitarnya,” ujar Bakharuddin.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement