Jumat 09 Feb 2024 22:18 WIB

Bawaslu Sleman Minta Kondisi Kesehatan KPPS Pemilu Lebih Diperhatikan

Bawaslu Sleman tak ingin kejadian pada Pemilu 2019 terulang.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Simulasi pemungutan suara pemilu.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
(ILUSTRASI) Simulasi pemungutan suara pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meminta adanya perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024. Hal itu mengantisipasi adanya anggota KPPS yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit saat bertugas.

Ada 24.199 anggota KPPS untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Sleman. KPPS ini ditempatkan di 3.457 Tempat Pemungutan Suara (TPS). “KPPS ini akan bekerja maraton pada hari H pemungutan suara. Mulai dari melayani masyarakat yang akan mencoblos hingga penghitungan suara di tempat pemungutan suara,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar, Jumat (9/2/2024).

Baca Juga

Berdasarkan pengalaman pada Pemilu 2019, Arjuna mengatakan, pelaksanaan pemungutan suara dimulai dari pagi hari. Adapun penghitungan suara baru selesai dini hari pada hari berikutnya. “Banyak kejadian petugas pemungutan suara yang jatuh sakit pada Pemilu 2019, bahkan tidak sedikit pula petugas di TPS yang meninggal dunia,” ujarnya.

Mengantisipasi hal itu, Arjuna mengatakan, diharapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan KPPS. “Masalah kesehatan petugas pemungutan suara ini juga menjadi fokus pengawasan kami, agar kejadian pada Pemilu 2019 tidak terulang,” kata dia.

 

KPU Kabupaten Sleman diharapkan dapat memfasilitasi pemeriksaan kesehatan anggota KPPS sebelum hari pemungutan suara. Selain itu, penyediaan asupan makanan ataupun obat-obatan pendukung.

Arjuna pun menyarankan ada waktu istirahat bagi anggota KPPS saat penghitungan suara. “Akan lebih baik pula bila ada jeda untuk istirahat pada saat penghitungan suara sudah memasuki larut malam atau pukul 00.00 WIB, agar petugas bisa memulihkan stamina dan fisiknya lebih segar,” kata Arjuna.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement