Senin 26 Feb 2024 21:39 WIB

Aliran Lahar Hujan Disebabkan Tingginya Curah Hujan di Puncak Gunung Merapi

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024). Data pemantauan BPPTKG menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024). Data pemantauan BPPTKG menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Sebuah video yang memperlihatkan aliran lahar hujan di Kali Gendol, Cangkringan, Sleman beredar di media sosial. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro membenarkan adanya peristiwa tersebut hari ini.

"(Aliran lahar hujan) itu hari ini," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (26/2/2024).

Baca Juga

Bambang mengatakan tingginya curah hujan yang terjadi di puncak Gunung Merapi menyebabkan terjadinya lahar hujan. Namun ia mengimbau  masyarakat untuk tidak khawatir. 

"Sebenarnya itu nggak apa-apa karena posisinya jauh dari masyarakat dan tambah pasir dan batu untuk penambahan," ucapnya. 

 

BPPTKG menginformasikan hujan terjadi di puncak di lereng Barat Daya Gunung Merapi mulai pukul 15.22 WIB. Total curah hujan 10.60 mm dengan durasi 28 menit. 

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi daerah berbahaya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement