Senin 04 Mar 2024 20:08 WIB

Operasi Keselamatan Progo, Polres Bantul Soroti Anak tak Dipakaikan Helm

Orang tua diminta memperhatikan keselamatan anak saat berkendara.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Petugas memasangkan helm kepada anak yang diajak berkendara.
Foto: Republika/Prayogi
(ILUSTRASI) Petugas memasangkan helm kepada anak yang diajak berkendara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Jajaran Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membagikan helm kepada anak-anak saat melaksanakan Operasi Keselamatan Progo 2024, yang dimulai Senin (4/3/2024). Hal itu dilakukan kepada anak-anak yang didapati tidak dipakaikan helm saat berkendara.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyoroti kesadaran orang tua untuk memakaikan helm kepada anaknya saat berkendara.

Baca Juga

“Mereka mengira anak-anak tidak perlu mengenakan helm karena masih kecil. Padahal, helm menjadi syarat utama saat berkendara untuk melindungi kepala bila terjadi kecelakaan karena akibatnya bisa fatal,” kata Jeffry di sela-sela Operasi Keselamatan Progo di Jalan Jenderal Sudirman, Bantul, Senin.

Jeffry mengimbau para orang tua lebih peduli akan keselamatan anaknya saat berkendara. “Semua harus pakai helm, tidak terkecuali anak-anak,” kata dia.

 

Saat Operasi Keselamatan Progo itu, polisi juga memberikan makanan kepada anak-anak yang sudah mengenakan helm. Pemberian makanan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang mau mengenakan helm. “Dengan cara tersebut diharapkan masyarakat dapat tergugah untuk mementingkan keselamatan berlalu lintas,” ujar Jeffry.

Operasi Keselamatan Progo 2024, yang digelar 4-17 Maret 2024, mengedepankan upaya preventif untuk mengedukasi masyarakat atau pengguna jalan terkait keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Diharapkan ketertiban berlalu lintas juga akan menekan risiko kecelakaan.

“Kami harap hal ini dapat menggugah pentingnya keselamatan berlalu lintas dengan mengutamakan keselamatan dan ketertiban. Kami yakini dapat mengurangi pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Bantul,” kata Jeffry.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement