Rabu 10 Apr 2024 14:27 WIB

Idul Fitri, Sri Sultan: Mari Rajut Islam Rahmatan Lil Alamin

Sultan menuturkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar merayakan kegembiraan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yudha Manggala P Putra
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ilustrasi
Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Hari Raya Idul Fitri 1445 H dirayakan pada pada Rabu (10/4/2024) ini. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun mengajak seluruh warganya untuk menjadikan momen Idul Fitri ini untuk merajut Islam Rahmatan Lil Alamin.

“Kepada seluruh warga DIY saya mengajak marilah kita rajut benang-benang Islam Rahmatan Lil Alamin untuk menguatkan kohesi sosial, agar semangat guyub rukun senantiasa menjadi panglima kehidupan,” kata Sultan.    

Sultan menuturkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar merayakan kegembiraan. Namun, Idul Fitri juga menandai lembar kehidupan baru melalui gerbang pintu maaf penyejuk hati.

Sultan juga sempat menyinggung terkait pesta demokrasi Pemilu 2024 yang sudah berjalan Februari 2024. Sultan mengaku bersyukur dengan terjaganya kondusifitas selama pesta demokrasi.

“Kita juga bersyukur karena telah berhasil menjaga kondusifitas selama pesta demokrasi, meski kata-kata penuh amarah dan kebencian mungkin sempat menghampiri,” ucap Sultan.

Dengan Idul Fitri ini, lanjut Sultan, tiba saatnya untuk saling memaafkan. Dengan begitu, masyarakat bisa saling tabayyun dan saling mendekat.

“Hendaklah kita merayakan perbedaan sebagai sejatinya rahmat untuk saling menghargai dalam bingkai toleransi atas pilihan dan keyakinan masing-masing,” katanya.

“Semoga Tuhan Yang Maha Bijaksana senantiasa menunjukkan jalan yang penuh hikmah dalam menyelesaikan dalam berbagai perbedaan antar anak bangsa,” jelasnya.

Untuk itu, Sultan juga berharap agar di Idul Fitri ini bisa mempererat kembali tali silaturahmi antar anak bangsa. ”Tak sebatas berjabat tangan dan saling memaafkan, melainkan dikembangkan menjadi energi kebersamaan, saling berbagi, dan bersinergi dalam membangun peradaban yang bermartabat agar mencapai kemajuan setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” ungkap Sultan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement