REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Aparat Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap 318 orang yang dituding sebagai bagian dari kelompok anarko. Mereka ditangkap saat berdemonstrasi di depan Mapolda Jateng, Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025).
Pada Sabtu siang, ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) lebih dulu menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jateng. Sama seperti gelombang demonstrasi di sejumlah daerah, mereka menyerukan agar peristiwa kematian Affan Kurniawan diusut tuntas. Affan adalah pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8/2025) lalu.
Selain itu, para mahasiswa Undip menyerukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit untuk mundur dari jabatannya. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengungkapkan, unjuk rasa yang dilaksanakan para mahasiswa Undip berjalan lancar dan damai. Aksi yang dimulai sekitar pukul 12:45 WIB berakhir pukul 14:00 WIB.
Sekitar pukul 15:00 WIB, terdapat sekelompok massa yang kembali berkumpul di depan Mapolda Jateng. "Pada pukul 15:15 WIB, kelompok ini melakukan aksi anarkis berupa perusakan fasilitas umum serta pelemparan batu dan benda keras ke arah petugas," ungkap Kombes Pol Artanto.
Dia menambahkan, karena massa tak dapat diimbau, petugas akhirnya melakukan penangkapan. "Sebanyak 318 orang dari kelompok anarko sudah diamankan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan dan pendataan oleh Ditreskrimum Polda Jateng," ujar Artanto.