REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sanggar ASI Indonesia menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer, pada Sabtu (30/8/2025). Selain menutup rangkaian kegiatan Pekan Menyusui Dunia 2025 dan Bulan ASI Nasional, tindakan ini merupakan seruan untuk mendukung ibu menyusui.
Sejak pukul 07.00 WIB, mereka sudah berkumpul dengan mengenakan pakaian bernuansa putih dan pink. Masing-masing membawa balon berisi berbagai pesan, seperti ‘Dukung Menyusui, Bayi Kuat, Ibu Hebat, Bumi Sehat.’ Suasana semakin menarik dengan adanya spanduk bertuliskan ‘Pekan Menyusui Dunia 2025, Aksi Ibu untuk Bumi.’
Melalui pengeras suara, orasi disampaikan bergantian, menekankan bahwa ASI punya peran penting dalam mencegah stunting pada anak.
“Kita bisa mencegah stunting dengan pemberian ASI, jadi jangan malu untuk menyusui di ruang publik,” begitu bunyi salah satu orasi yang terdengar dalam aksi, Sabtu.
Sanggar ASI tahun ini mengusung tema “Prioritaskan Menyusui: Ciptakan Sistem Dukungan yang Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan bahwa ibu menyusui membutuhkan dukungan penuh, baik dari keluarga, komunitas, layanan kesehatan, tempat kerja, hingga pemerintahan.
Kegiatan berlangsung lancar. Beberapa pejalan kaki dan pengendara yang lewat sempat berhenti untuk menyaksikan, ikut menandatangani banner yang disiapkan panitia, bahkan mengabadikan momen lewat foto dan video.
Pada akhir aksi, CEO Sanggar ASI menegaskan pentingnya pemberian ASI sebagai langkah memperluas cakupan pemberian ASI di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
“Penting untuk memberikan ASI kepada bayi, agar cakupan pemberian ASI bisa semakin luas, terutama di Indonesia. Semoga Sanggar ASI selalu berjaya dan sukses, sehingga dapat terus mengadakan acara seperti ini, dan pesannya bisa sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Raisika Riyanto saat diwawancarai.