REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Uji coba penerapan kawasan full pedestrian di Jalan Malioboro pada 1–2 Desember 2025, kemarin ternyata menuai keluhan dari para pedagang yang ada di kawasan tersebut. Selama dua hari pelaksanaan, omzet para pedagang di Teras Malioboro turun drastis akibat sepinya kunjungan wisatawan.
Mereka menduga hal ini dipicu karena minimnya kantong parkir yang disediakan serta jauhnya akses masuk membuat wisatawan enggan masuk ke kawasan yang biasanya selalu ramai dipadati wisatawan.
Salah satu pedagang yang mengeluhkan adalah Suparno Sito. Ia menyampaikan rencana menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian memang sudah lama muncul, namun menurutnya pemerintah belum sepenuhnya siap.
"(Uji coba Malioboro full pedestrian -Red) kemarin sangat terdampak, karena enggak ada pengunjung masuk sama sekali dari utara, selatan, atau sirip-sirip Malioboro," kata Sito, saat dihubungi wartawan, Kamis (4/12/2025).
Kurangnya kantong parkir selama uji coba disebutnya berdampak langsung pada anjloknya jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro.
Ia menyebut omzetnya turun sekitar 75 persen selama dua hari uji coba tersebut.
"Seharusnya kan juga disediakan kantong-kantong parkir," katanya.