Sabtu 21 Aug 2021 17:42 WIB

Sultan: Filantropi Ekonomi Islam Bantu Atasi Dampak Pandemi

Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, ZIS mencapai Rp 180 triliun per tahun

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Foto: Dok Pemprov DIY
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Filantropi ekonomi Islam dinilai dapat membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menurutnya zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang dihimpun umat Islam menjadi solusi kebangsaan dalam mengatasi pandemi.

"Filantropi ekonomi islam dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang muncul karena dampak ekonomi saat pandemi," kata Sultan dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Sabtu (21/8).

Dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2021-2024, Sultan menuturkan, ZIS harus secara masif untuk dipahamkan kepada masyarakat. Pasalnya, melalui ZIS merupakan kunci sukses mengatasi masalah yang berawal dari kebersamaan.

Ia menjelaskan, penggalangan ZIS di Indonesia sendiri mencapai Rp 180 triliun per tahun berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia. Dalam hal ini, MES DIY juga diharapkan dapat memberikan solusi dalam penanganan pandemi.

 

"Memahamkan bahwa ZIS yang selama ini hanya lebih banyak diperbincangkan di masjid, mushala atau pondok harus secara masif dimasyarakatkan. Sehingga keberadaan MES dapat lebih dirasakan masyarakat karena memberikan solusi secara baik dan lebih bermanfaat," ujarnya.

Pakar Ekonomi MES DIY, Akbar Susamto mengatakan, MES perlu berkontribusi dalam mendorong pergerakan aktivitas ekonomi di DIY. Pasalnya, pandemi memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian DIY.

Selama 2020, katanya, laju pertumbuhan ekonomi di DIY ada di minus 2,69 persen. Walaupun begitu, di 2021 ini dimungkinkan pertumbuhan perekonomian DIY menjadi positif meskipun belum kembali ke posisi awal sebelum pandemi.

"MES perlu ikut berupaya mendorong pergerakan aktivitas ekonomi di DIY. Mengingat pandemi belum selesai, maka upaya mendorong aktivitas ekonomi tersebut harus tetap dilakukan secara hati-hati," kata Akbar.

Akbar pun menjabarkan tiga upaya yang dapat dilakukan dalam mendorong pergerakan ekonomi di DIY. Pertama terkait upaya emergensi dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak dan rentan sesegera mungkin. "Bantuan dapat bersumber dari dana ZIS," ujarnya.

Kedua, upaya yang dilakukan dapat berupa pendampingan terkait dengan kegiatan usaha yang terdampak. Sebab, selama pandemi ini banyak pelaku usaha yang kesulitan menjaga kelangsungan usahanya, terutama pengusaha kecil.

"Ketiga, upaya yang bersifat jangka panjang berupa pendampingan dan pemberdayaan yang memperhatikan perubahan lingkungan bisnis," jelas Akbar.

Ketua Umum MES DIY, Heroe Purwadi juga menekankan agar masyarakat secara luas saling peduli dan berbagi di masa pandemi. "Kita harus secara bersama berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk kehidupan yang lebih baik," kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement