Selasa 07 Dec 2021 15:24 WIB

228 Korban Banjir Pekalongan Masih Mengungsi

Penanganan kedaruratan bencana sudah dilakukan dan terus berjalan.

Warga melintas di jalan yang tergenang banjir rob di Degayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/12/2021). Menurut warga setempat, banjir rob yang menggenangi wilayah itu terjadi sejak tiga pekan yang lalu yang membuat aktifitas perekonomian dan pendidikan warga menjadi terganggu, dengan ketinggian air antara 20-50 centimeter.
Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Warga melintas di jalan yang tergenang banjir rob di Degayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/12/2021). Menurut warga setempat, banjir rob yang menggenangi wilayah itu terjadi sejak tiga pekan yang lalu yang membuat aktifitas perekonomian dan pendidikan warga menjadi terganggu, dengan ketinggian air antara 20-50 centimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Sebanyak 228 warga korban banjir dan rob di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, masih mengungsi di sejumlah titik. Hal itu karena tempat tinggal mereka masih terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter hingga 25 sentimeter.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan intensitas curah hujan masih cukup tinggi. Sehingga sebagian warga korban banjir terpaksa harus mengungsi di sejumlah tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

"Saat ini kondisi kesehatan korban banjir baik-baik saja karena tim medis terus melakukan patroli dan layanan kesehatan pada mereka. Setiap dua hari sekali, kami bersama dinas kesehatan melakukan patroli maupun memberikan layanan kesehatan pada sebagian warga yang memilih bertahan di tempat tinggalnya," katanya, Selasa (7/12).

Menurut dia, saat ini ketinggian air yang merendam rumah penduduk sudah mulai surut jika dibanding hari sebelumnya yang mencapai 40 sentimeter hingga 30 sentimeter. Ini karena Pemkot terus melakukan penanganan banjir dengan membuat tanggul darurat di sejumlah titik rawan banjir.

 

Seperti di Pabean, Pasir Sari, Tegal Dowo, Jeruk Sari, dan perbaikan saluran air untuk mengantisipasi limpasan air dari Sungai Bremi. "Penanganan kedaruratan bencana sudah dilakukan dan terus berjalan untuk mencegah kebocoran air yang mengalir ke rumah penduduk. Pada penanganan pembuatan tanggul darurat ini kami juga melibatkan partisipasi dari masyarakat," kata dia.

Adapun sejumlah titik tempat pengungsian yang disiapkan oleh pemkot yaitu aula Kelurahan Degayu, aula bekas kantor Kelurahan Keraton Kidul, Mushala Al Hikmah Kelurahan Pasirkratonkramat, aula Kecamatan Pekalongan Barat, dan Mushala Roudhotul Tolibin Kelurahan Pasirkratonkramat.

"Untuk sejumlah titik yang masih terendam banjir antara lain jalan menuju Mushala Al Hikmah, Jalan Sutan Syahrir, Degayu, Clumprit, dan Jalan Tengku Umar. Kami berharap semoga hujan terus mereda sehingga ketinggian banjir bisa secepatnya surut," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement