Kamis 12 Jan 2023 15:48 WIB

Tiga Mahasiswa FKI UMS Magang di NAIST Jepang

Ke depan diharapkan lebih banyak mahasiswa UMS berkesempatan magang di luar negeri.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Kampus UMS.
Foto: Yusuf Assidiq.
Kampus UMS.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Tiga mahasiswa Prodi Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) berkesempatan mengikuti magang di Jepang. Selama di sana, mereka belajar terkait riset dan teknologi mutakhir di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang.

Kegiatan magang ini merupakan Program Sakura Science yang diinisiasi oleh Japan Science and Technology Agency (JST). Mereka akan berada di negeri Sakura selama dua pekan, terhitung sejak tanggal 9-25 Januari 2023. Tiga mahasiswa perwakilan Prodi Informatika UMS yakni Alvin Vigo Pratama, Bayu Fedra Abdullah dan Naufal Dzakia Raifazza.

Salah seorang dosen pendamping Yusuf Sulistyo Nugroho mengatakan program ini dilaksanakan dengan mengundang sejumlah mahasiswa asing dari luar Jepang sebagai generasi peneliti muda yang berbakat untuk melakukan kunjungan jangka pendek ke Jepang.

"Program ini bertujuan memberi mereka kesempatan untuk merasakan langsung penelitian dalam bidang sains dan teknologi yang mutakhir serta budaya Jepang," kata Yusuf, Kamis (12/1/2023).

 

Yusuf berharap para mahasiswa akan memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dalam bidang Software Engineering. Menurutnya NAIST sendiri adalah salah satu universitas ternama di Jepang yang berlokasi di Kansai Science City, wilayah perbatasan antara Nara, Osaka, dan Kyoto dan didirikan pada tahun 1991.

"NAIST hanya memiliki sekolah pascasarjana yang terdiri dari tiga bidang secara terintegrasi, yaitu information science, biological science, dan material science," terangnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika FKI UMS, Dedi Gunawan mengaku bangga karena tiga mahasiswanya terpilih mengikuti program internship berskala internasional itu. "Ini merupakan suatu bukti bahwa Prodi Informatika UMS memiliki kualitas yg baik dan mampu bersaing secara global," katanya.

Dedi menyebut peran dari dosen pendamping, yakni Yusuf Sulistyo selama di Jepang sangat membantu untuk meningkatkan kerja sama penelitian dengan NAIST. "Yusuf turut diundang ke NAIST dalam rangka peningkatan kerjasama penelitian dan didanai melalui program ini," katanya.

Terakhir ia berharap ke depannya akan banyak lagi mahasiswa Informatika UMS yang memiliki kesempatan magang di luar negeri. "Ke depan insyaAllah akan banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapat kesempatan mengikuti program sejenis pada level internasional," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement