Ahad 12 Mar 2023 07:32 WIB

Gunung Merapi Masih Muntahkan Awan Panas Hingga Ahad Pagi

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Luncuran awan panas Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (11/3/2023). BPPTKG menghimbau kepada masyarakat untuk mengungsi apabila cakupan wilayah awan panas guguran lebih dari 7 kilometer dari puncak.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Luncuran awan panas Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (11/3/2023). BPPTKG menghimbau kepada masyarakat untuk mengungsi apabila cakupan wilayah awan panas guguran lebih dari 7 kilometer dari puncak.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Gunung Merapi terpantau masih mengeluarkan awan panas guguran (APG) hingga Ahad (12/3/2023) dini hari. Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam unggahan di media sosialnya menyebut Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran pada Ahad (12/3/2023) pukul 01.11 WIB dengan jarak luncur 1.300 meter mengarah ke barat daya (hulu Kali Bebeng).

Awan panas guguran juga kembali terjadi pukul 05.22 WIB dengan jarak luncur 1.500 meter ke barat daya. Dikutip dari laporan Magma ESDM, telah terjadi enam kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 31-70 mm dan lama gempa 60.9-190 detik pada Ahad.

Selain itu telah terjadi 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-30 mm dan lama gempa 32.5-132.6 detik. Serta 12 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-15 mm, S-P 0.3-0.4 detik dan lama gempa 5.7-7.7 detik.

Gempa vulkanik dangkal terjadi enam kali dengan amplitudo 28-75 mm, dan lama gempa 7.4-15.4 detik, serta satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 12 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 10.5 detik.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh km," kata laporan yang dikutip dari laman resmi Magma ESDM.

Kemudian potensi awan panas pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga km dan Sungai Gendol lima km. Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga km dari puncak.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," imbau Magma ESDM.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement