Kamis 23 Mar 2023 06:14 WIB

Operasional Tempat Hiburan Malam di Yogyakarta Diatur, Harus Tutup Sampai H+2 Ramadhan

Seluruh tempat usaha hiburan umum diminta tak sediakan minuman keras.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Pengunjung salah satu tempat hiburan malam (ilustrasi).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pengunjung salah satu tempat hiburan malam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengatur operasional tempat hiburan malam selama Bulan Ramadhan 2023. Termasuk tempat karaoke, spa, panti pijat/refleksi, game station dan jenis usaha lain yang sejenis, juga diatur.

Pengaturan tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Nomor 451/1316/SE/2023 yang ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi tertanggal 21 Maret 2023.

Dalam SE itu, Sumadi menyebut bahwa kegiatan usaha hiburan umum ditutup mulai hari pertama menjelang Ramadhan hingga hari ketiga (H+2) Bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan usaha hiburan umum juga diminta untuk ditutup pada Hari Raya Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah.

Sumadi menjelaskan, usaha klub malam, diskotek, bar, pub dan usaha lain yang sejenis hanya diperbolehkan beroperasi pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Untuk usaha karaoke di luar klub malam, bisa beroperasi di siang hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, dan malam hari mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

 

"Usaha karaoke di dalam klub malam buka hanya pada malam hari yang dimulai pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB," kata Sumadi dalam SE yang diterima wartawan Selasa (22/3/2023) malam.

Usaha, panti pijat/refleksi, game net, game station, game center dan usaha lain yang sejenis, diperbolehkan beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Termasuk untuk pertunjukan musik secara langsung pada kegiatan usaha di luar ruangan, hanya boleh diselenggarakan pada siang hari yakni dengan jam yang sama.

Sumadi meminta agar seluruh tempat usaha hiburan umum di Kota Yogyakarta tidak menyediakan minuman keras. Ia juga menegaskan agar tidak mengadakan pesta, pementasan dan atraksi-atraksi yang menjurus kepada pornografi atau pornoaksi. "Antara lain mengeksploitasi tubuh, berpakaian transparan, ketat, minim, dan sejenisnya," ujar Sumadi.

Selain itu, tempat usaha hiburan juga diminta untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan ketentraman dalam penyelenggaraan kegiatan usahanya selama Ramadhan ini. "Memenuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement