Senin 15 May 2023 17:50 WIB

KPU Solo Sebut Pemilih Muda dari Milenial Hingga Gen Z Capai 47 Persen

KPU Solo sebut 1,7 pemilih pemula ada di Kota Solo

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Bayu Hermawan
Ilustrasi Pemilu
Foto: republika/mgrol100
Ilustrasi Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mencatat jumlah pemilih muda pada Pemilu 2024 ada di kisaran 47.3 persen. Kategori tersebut masuk di rentang usia 17-40 tahun, gen Z dan milenial termasuk di dalamnya. 

"Pemilih muda kisarannya 47.3 persen. (Mayoritas dari pemilih muda?) Iya, pemilih muda sampai dengan 40 tahun. Artinya milenial dan gen Z itu masuk di sana," kata Ketua KPU Solo Nurul Sutarti ketika dihubungi, Senin (15/5/2023). 

Baca Juga

Nurul mengatakan, pemilih pemula ada sekitar 1,7 persen di Kota Solo atau sekitar 7.550 pemilih. Ketika ditanya apakah ada kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu, pihaknya mengaku belum melakukan perbandingan. 

"Kita belum membandingkan. Tapi, jika secara nasional memang pemilih muda ada di angka 52 persen," ujarnya.

 

Sementara itu, Komisioner Perencanaan Data dan Informasi KPU Solo Kajat Pamuji mengatakan, penetapan daftar pemilih tetap (DPT) baru akan diumumkan pada akhir bulan Juni 2023 mendatang. Sebelum itu, masih ada sejumlah proses yang harus dilakukan KPU agar data pemilih tidak ganda. Ia juga mengatakan ada sebanyak 441.385 pemilih sementara. 

"Data itu harus penunggalan sesuai undang-undang. Jadi, ada kemungkinan jumlah tersebut berkurang," katanya.

Kajat menuturkan, sedikitnya ada 200 orang dalam daftar pemilih sementara (DPS) memiliki data kependudukan ganda. Berdasarkan hasil pendataan yang terintegrasi dengan Sistem Pemilih Dalam Negeri Dan Luar Negeri (Sidalih), selain dengan Solo, 200 orang tersebut terikat dengan negara lain dan wilayah tertentu. 

"Hampir dari 200-an orang diaspora dari Solo. Baik di Sudan, Ukraina, Malaysia, London, dan Australia. Karena mereka harus menggunakan sistem di sana, jadi harus dicoret," terangnya.

Sementara itu, kader PDIP Kota Solo, Gibran Rakabuming, mengungkapkan ada peluang besar untuk menggaet pemilih pemula. Alasannya, segmen tersebut belum banyak tersentuh. "Ya itu kan ranah yang belum digarap, makanya saya tadi senang banyak yang calon-calon anak muda mewakili anak milenial, gen Z, baru pertama nyoblos 2024, semoga terwakili semua," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement