Kamis 31 Aug 2023 14:41 WIB

Kebakaran di DIY Meningkat Selama Agustus, BPBD Ingatkan Warga tak Bakar Sampah

Kejadian kebakaran dilaporkan tertinggi di Kabupaten Bantul.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi Kebakaran lahan.
Foto: Humas Kementan
Ilustrasi Kebakaran lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut bahwa kejadian kebakaran pada Agustus 2023 ini meningkat di DIY. Peningkatan ini terjadi seiring dengan masuknya puncak musim kemarau 2023 di DIY pada Agustus ini.

"Agustus ini memang terjadi peningkatan kebakaran. Sampai 28 Agustus 2023, ada 381 kejadian kebakaran," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto, kepada Republika, Kamis (31/8/2023).

Lilik menyebut bahwa ratusan kejadian kebakaran tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota se-DIY. Kebakaran ini sebagian besarnya disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian manusia.

"Ada yang karena lupa mematikan kompor, dan ada karena membakar sampah yang menyebabkan kebakaran," ujar Lilik.

Kejadian kebakaran tersebut dilaporkan tertinggi di Kabupaten Bantul, yakni tercatat ada 159 kejadian, dengan 51 kejadian dikarenakan membakar sampah. Disusul Kabupaten Sleman yang tercatat sudah terjadi 132 kejadian kebakaran.

Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul tercatat ada 52 kejadian kebakaran dengan tujuh kejadian di antaranya dikarenakan membakar sampah. "Di Kabupaten Kulonprogo tercatat 10 kejadian, dan di Kota Yogyakarta 28 kejadian," jelasnya.

Mengingat cukup banyaknya kejadian kebakaran akibat membakar sampah di DIY, Lilik meminta agar warga tidak membakar sampah. Terlebih, saat ini beberapa warga masih membakar sampah menyusul ditutupnya TPA Regional Piyungan.

"Dimohon tidak membakar sampah, karena selain menyebabkan polusi, membakar sampah yang tidak terkendali juga bisa menyebabkan kebakaran di sekitarnya," ungkap Lilik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement