Sabtu 16 Sep 2023 20:49 WIB

Silaturahim dengan Ortu/Wali, Warek II Unisa Bicara Pengembangan Karakter Mahasiswa

Pada 2023 ini, Unisa Yogyakarta menerima 2.409 mahasiswa baru.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
 Universitas
Foto: Dokumen
Universitas

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar silaturahim dengan orang tua wali mahasiswa baru Tahun Angkatan 2023/2024, Sabtu (16/9/2023). Silaturahim ini digelar dalam rangka membangun komunikasi dan koordinasi antara civita akademik dengan orang tua wali mahasiswa.

Dalam silaturahim ini, Unisa Yogyakarta berbicara tentang bagaimana kampus terus berupaya tidak hanya mengembangkan pengetahuan akademis mahasiswa. Namun juga berupaya untuk mengembangkan karakter, akhlak, moral, etika, dan nilai-nilai mahasiswa.

"Kami tidak hanya mengembangkan pengetahuan akademis saja, tapi juga mengembangkan karakter, akhlak, moral, etika, dan nilai-nilai yang membantu mahasiswa menjadi individu-individu berakhlakul karimah, tentu memiliki jiwa profesional dan Qurani," kata Wakil Rektor II Unisa Yogyakarta, Yuli Isnaeni, di Convention Hall Walidah Unisa Yogyakarta, Sabtu (16/9/2023).

Yuli menuturkan pada 2023 ini pihaknya menerima 2.409  mahasiswa baru. Menurutnya, angka tersebut merupakan angka yang besar, bahkan terjadi peningkatan penerimaan mahasiswa di Unisa Yogya sebesar 7,5 persen dari tahun lalu.

"Angka ini sangat luar biasa di saat beberapa perguruan tinggi di Yogya, dan pada umumnya di Indonesia mengalami stagnan bahkan menurun. Alhamdulillah Unisa masih mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia," ujar Yuli.

Seluruh mahasiswa baru yang diterima tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Yuli menyebut beasiswa pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa tahun ini juga cukup besar.

Setidaknya, beasiswa yang diberikan mencapai Rp 7 miliar yang berasal dari internal maupun eksternal kampus. Tidak hanya itu, 117 mahasiswa baru juga mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sleman

"Demi mengantarkan putra putri ibu bapak semua mewujudkan generasi emas, Unisa senantiasa berupaya meningkatkan mutu lulusan, mutu pembelajaran, mutu sarana prasarana, dan mutu-mutu lain di bidang akademik, non akademik, pembinaan akhlak, pengembangan sarana prasarana," jelasnya.

Lebih lanjut, Yuli menuturkan pengembangan jejaring di tingkat nasional maupun internasional, pengembangan organisasi Unisa Yogyakarta, dan pengembangan sarana prasarana terus dilakukan tiap tahunnya. Termasuk pengembangan kurikulum, pengembangan wahana praktik, maupun pengembangan di bidang kemahasiswaan.

Saat ini, Unisa Yogyakarta juga tengah berikhtiar mengembangkan beberapa program studi (prodi) baru. Seperti Prodi Profesi Gizi dan Prodi Profesi Arsitek.

"Saat ini prodi di Unisa telah berjumlah 20 prodi. Tapi, saat ini untuk memenuhi tuntutan kompetensi, kami segera akan menyiapkan untuk Prodi Profesi Gizi dan Prodi Profesi Arsitek," kata Yuli.

Di samping itu, Program Magister Fisioterapi dan Program Magister Keperawatan juga tengah disiapkan Unisa Yogyakarta. Termasuk Program Doktor untuk Ilmu Kebidanan yang saat ini juga tengah berproses.

"Kami juga berikhtiar membuat Prodi S1 Kedokteran, beberapa persyaratan sedang kami siapkan," ungkapnya.

Dalam silaturahim bersama orang tua wali mahasiswa ini, Yuli pun menyampaikan terima kasihnya telah memilih Unisa Yogyakarta. Ia berharap perjalanan para mahasiswa di Unisa Yogyakarta penuh prestasi dan menjadi manusia yang unggul dan pilihan.

"’Saya yakin dengan kerja sama dan komitmen kita semua, kita akan mampu menciptakan generasi emas yang akan membawa kemajuan besar bagi bangsa dan negara kita tercinta," kata dia.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Yogyakarta, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, saat ini banyak tantangan yang dihadapi, termasuk oleh mahasiswa saat ini. Unisa pun diharapkan dapat menyiapkan mahasiswa dan lulusan yang memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

"Kita siapkan anak-anak kita menjadi orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan, dan menjadi pemenang atas nilai-nilai ajaran Islam. Tidak ada manfaatnya jika apa yang kita hasilkan bukan menjadi generasi pemenang, atau menjadi generasi pemenang tapi arahnya tidak jelas, karena pemenang dalam kerusakan," ujarnya.

Dikatakan, Unisa Yogyakarta tumbuh menjadi perguruan tinggi yang mampu berfastabiqul khairat, serta memiliki keunggulan yang tertata dengan sistem dan pengkhidmatan dari seluruh civitas akademik.

“Semoga Unisa Yogyakarta bisa menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan mendapatkan kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan generasi masa depan yang kuat, yang mampu menjadi pemimpin muda untuk kemajuan bangsa,” ungkap Noordjanah.

Silaturahim orang tua wali mahasiswa baru Unisa Yogyakarta ini setidaknya dihadiri sekitar 2.000 orang tua wali. Digelar secara hybrid, sebanyak 500 orang tua wali hadir langsung berdialog interaktif dengan jajaran pimpinan Unisa Yogyakarta.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, juga mengisi tausiyah dalam silaturahmi bersama orang tua wali mahasiswa baru ini. Turut hadir dalam kegiatan ketua program studi dan kepala lembaga, badan, dan biro di lingkungan Unisa Yogyakarta.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement