Ahad 15 Oct 2023 10:09 WIB

Teladani Rasulullah SAW, Komunitas Muslim Indonesia di Eindhoven Peringati Maulid Nabi

Musihoven bercita-cita membangun masjid Indonesia di Eindhoven.

Kemeriahan acara Maulid Nabi di Wijkcentrum Unitas, Eindhoven, Sabtu (14/10/2023). Acara ini digelar oleh umat Islam Indonesia di Einhoven yang tergabung dalam Musihoven.
Foto: Musihoven
Kemeriahan acara Maulid Nabi di Wijkcentrum Unitas, Eindhoven, Sabtu (14/10/2023). Acara ini digelar oleh umat Islam Indonesia di Einhoven yang tergabung dalam Musihoven.

REPUBLIKA.CO.ID, EINDHOVEN -- Untuk meneladani dan menelaah kembali kepribadian dan keteladanan yang diberikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, umat Islam Indonesia di Eindhoven yang tergabung dalam Muslim Indonesia di Eindhoven (Musihoven) mengadakan acara Maulid Nabi di bertempat di Wijkcentrum Unitas, Eindhoven, Sabtu (14/10/2023). Acara ini ditujukan sebagai penguatan iman, takwa, dan silaturahim komunitas Muslim Indonesia di Eindhoven dan sekitarnya.

Acara diawali dengan membaca shalawat Ibrahimiyah dan shalawat Nariyah sebagai wujud cinta rasul yang dilakukan  bersama-sama jamaah. Sebagai acara utama, yaitu pengajian dan tausyiah dari Ustaz Jamaluddin dari Ede-Wageningen, yang membawakan topik 'Meneladani Akhlak Rasulullah Muhammad SAW.'

Dalam ceramahnya, Ustaz Jamaluddin menyampaikan kepribadian (akhlak) dan kebaikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah (suri tauladan baik) dari berbagai dimensi, sebagai pribadi, hamba Allah, pemimpin, dan teman.

"Meski terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat sejak dini, Rasulullah SAW masih senantiasa memohon ampunan Allah SWT.  Beberapa ayat dan hadist atau riwayat yang menerangkan keteladanan perbuatan dan sikap Nabi Muhammad SAW juga disampaikan secara menarik," kata Ustaz Jamaluddin dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (15/10/2023).

Acara juga dimeriahkan oleh adik-adik dari TPA Gembira Musihoven yang menampilkan shalawat, nasyid islami, dan hafalan/muraja’ah Alquran (beberapa surat pendek dari Juz ‘Amma). Upaya ini sebagai usaha mengenalkan dan menanamkan cinta kepada Rasulullah sejak dini.

Di samping itu, terdapat bazaar makanan/jajanan Nusantara Indonesia (seperti nasi padang, sate, batagor, lumpia, cendol, dan lainnya) serta fesyen muslim/Muslimah dan batik. Acara berlangsung meriah dengan jumlah peserta lebih dari 100 jamaah yang berasal dari kota Eindhoven dan sekitarnya. Tidak hanya jamaah asal Indonesia di kota Eindhoven-Belanda dan sekitarnya, namun terdapat pula jamaah dari Jerman, Indonesia, Irak, dan Turki. 

Acara Maulid Nabi ini merupakan bagian dari program rutin tahunan dan syiar Islami oleh Musihoven. Pada acara ini, terdapat presentasi profil dan program Sedekah Musihoven (Se-Ven) yang bertujuan membantu jamaah yang sekiranya membutuhkan. Ke depannya, Musihoven juga bercita-cita membangun masjid Indonesia sebagai sarana ibadah maupun pengembangan komunitas Indonesia untuk menyebarkan nilai islami dan kultural Indonesia. Tentunya, komunitas Musihoven membuka kesempatan bagi umat Islam Indonesia dan seluruh umat Islam di Belanda untuk beramal jariyah dalam mendukung program kebaikan bersama Musihoven. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement