Jumat 20 Oct 2023 16:50 WIB

Cegah Penularan Diare, Kota Malang Canangkan Imunisasi Rotavirus Gratis

Dalam imunisasi terdapat konsep kekebalan kelompok.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Imunisasi pada balita (Ilustrasi)
Foto: Republika/Musiron
Imunisasi pada balita (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menguatkan program imunisasi lengkap. Hal ini sekaligus mencanangkan imunisasi antigen baru rotavirus secara gratis.

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, upaya yang paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit berbahaya adalah imunisasi. Seperti diketahui, dalam imunisasi terdapat konsep kekebalan kelompok yang hanya dapat terbentuk jika cakupannya pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah.

"Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penurunan cakupan imunisasi yang dapat mengakibatkan peningkatan kasus PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi, red.), maka perlu dilakukan upaya segera untuk menutup immunity gap,” jelas Wahyu dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Imunisasi yang digelar Dinkes Kota Malang di Hotel Atria Kota Malang, Jumat (20/10/2023).

Adapun capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di seluruh puskesmas Kota Malang pada 2022 sebesar 94,1 persen. Capaian ini meningkat dibanding pada 2021 yang sebesar 93 persen.

Dari sini, dia mendorong penguatan kolaborasi seluruh elemen dalam menyukseskan imunisasi untuk anak sehat Kota Malang Hebat terus dilakukan. Wahyu juga menyampaikan beberapa arahan dan instruksi untuk mendorong capaian imunisasi.

Hal pertama, yakni menguatkan strategi puskesmas dalam pelaksanaan IDL jika perlu dengan layanan jemput bola. Kemudian mengubah persepsi masyarakat terkait IDL kepada anak dengan sosialisasi berkelanjutan.

Arahan berikutnya dengan memungkinkan layanan pada kader dan tim kesehatan lainnya untuk selalu memantau status imunisasi tiap anak di wilayah masing-masing. Selanjutnya, menguatkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar mampu mencapai target IDL yang sudah ditentukan.

Dalam kegiatan ini, kata dia, juga dilakukan pencanangan imunisasi antigen baru rotavirus. Menurut dia, program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada bayi dan anak.

Hal ini terutama dari penularan penyakit diare yang dapat dicegah dengan imunisasi. Di sisi lain, dia juga berpendapat, imunisasi tambahan penting untuk diberikan.

Untuk menyukseskan program ini, dia lantas menyampaikan hal-hal yang dapat dilakukan. Satu di antaranya seperti menyebarkan informasi seluas-luasnya pada masyarakat.

Langkah selanjutnya dengan melengkapi imunisasi bayi agar menjadi contoh untuk keluarga lain. "Terakhir adalah memastikan anak yang sudah diberikan imunisasi tetap dijaga kebersihan dan kesehatannya,” kata dia menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement