Senin 29 Jan 2024 15:01 WIB

Penembakan Warga Boyolali di Karanganyar, Tiga Orang Ditangkap, Polisi Usut Perannya

Kapolres Karanganyar menyebut ketiga orang itu ditangkap di wilayah Jawa Tengah.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Irfan Fitrat
Kepala Polres (Kapolres) Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy.
Foto: Republika/Alfian choir
Kepala Polres (Kapolres) Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR — Tiga orang ditangkap terkait kematian seorang pria yang diduga ditembak di kawasan Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Korban berinisial YBS (32 tahun), warga Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Peristiwa dugaan penembakan terhadap korban dilaporkan terjadi pada Jumat (26/1/2024). Kepala Polres (Kapolres) Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan, tiga orang sudah ditangkap terkait kasus itu. Soal kapan dan di mana ketiga orang itu ditangkap, polisi belum mengungkap detailnya. 

Baca Juga

“Yang pasti para pelaku masih di seputar Jawa Tengah. Waktu tempatnya nanti akan disampaikan saat rilis,” kata Kapolres, Senin (29/1/2024).

Berdasarkan hasil pengusutan sementara ini, Kapolres mengatakan, dari tiga orang yang ditangkap, satu di antaranya diduga berperan sebagai pelaku utama. “Satu peran tersangka utama. Duanya yang ikut melakukan kegiatan pidana. Terkait masalah pasalnya, akan disampaikan saat rilis nanti,” kata dia.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto sebelumnya mengonfirmasi penangkapan tiga orang terkait kasus dugaan penembakan yang terjadi di Karanganyar. “Kemarin sore (ditangkap). Ya di wilayah sana saja,” kata dia, saat dihubungi Republika, Senin (29/1/2024). 

Menurut Bayu, satu orang diduga sebagai pelaku utama. Polisi disebut masih melakukan pengembangan. “Sementara masih pengembangan ya,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Republika, korban diketahui merupakan anggota salah satu ormas atau laskar Islam. Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, mengaku mengetahui kabar soal anggota laskar yang meninggal itu dari grup WhatsApp (WA). 

“Saya dengar informasi itu di grup WA. Informasinya memang seperti itu, meninggal dunia saat akan melakukan sweeping judi di Colomadu,” kata Endro.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement