Ahad 04 Feb 2024 23:00 WIB

Pemkot Kediri Gelar Skrining Kesehatan bagi Anggota KPPS Pemilu 2024

Skrining dilakukan sebagai deteksi dini masalah kesehatan petugas pemilu.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Pemeriksaan kesehatan.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
(ILUSTRASI) Pemeriksaan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, memberikan atensi terhadap kondisi kesehatan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024. Terkait hal itu, pemkot menggelar kegiatan skrining kesehatan, sekaligus senam bersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyehatkan dan menjaga kebugaran para petugas pemilu dalam rangka persiapan Pemilu 2024,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Muhammad Fajri, Sabtu (3/2/2024).

Baca Juga

Kegiatan itu diikuti sekitar 400 peserta. Selain anggota KPPS, ada juga perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Polres Kediri Kota, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pesantren, dan serta perwakilan sembilan puskesmas di Kota Kediri.

Skrining dilakukan sebagai deteksi dini gangguan kesehatan. Saat skrining dilakukan pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, dan indeks masa tubuh. Dengan skrining ini, kata Fajri, diharapkan dapat diantisipasi kejadian kelelahan para petugas pemilu seperti kasus di pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Apalagi, menurut Fajri, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat bekerja menunjukkan peningkatan kasus. Pada 2021 dilaporkan terdapat 234.370 kasus, yang meningkat 5,7 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian pada 2022 meningkat menjadi 265.334 kasus.

“Kalau melihat dari data, hal ini merupakan indikasi penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) akan menjadi prioritas bagi kita semua dalam dunia kerja di Indonesia. Penerapan K3 ini sebenarnya untuk memberikan perlindungan bagi pekerja,” kata Fajri.

Fajri mengatakan, Dinkes sudah menerima arahan dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan terhadap para petugas penyelenggara pemilu. “Kami telah menerima arahan dari Kementerian Kesehatan untuk terus mendukung petugas selama pemilu berlangsung. Kami memiliki sembilan puskesmas dan dua RSUD yang siap melayani para petugas jika terjadi masalah kesehatan,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement