Jumat 09 Feb 2024 20:58 WIB

Pemkab Kudus Bantu Penanganan Korban Banjir di Demak

Dapur umum disiapkan di lokasi pengungsian wilayah Kudus.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
Relawan gabungan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Relawan gabungan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membantu upaya penanganan korban banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Di wilayah Kabupaten Kudus disiapkan lokasi pengungsian bagi korban banjir.

“Tim relawan Kabupaten Kudus juga siap melakukan evakuasi korban banjir. Terdapat dua tenda berukuran besar yang didirikan, yakni di Jembatan Tanggulangin dan Terminal Induk Jati, Kudus,” kata Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie di Kudus, Jumat (9/2/2024).

Baca Juga

Hasan menjelaskan, tenda di Jembatan Tanggulangin ditujukan untuk tempat evakuasi, sekaligus penanganan pertama untuk warga yang sudah dipindahkan dari rumahnya yang kebanjiran. Sementara tenda di Terminal Induk Jati menjadi tempat pengungsian.

Menurut Hasan, Pemkab Kudus juga mengupayakan bantuan bagi para pengungsi, seperti makanan dan minuman, pakaian, selimut, dan obat-obatan. Ia mengatakan, apa yang dilakukan Pemkab Kudus bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus ini bentuk tindakan kemanusiaan. 

 

“Bencana ini tidak peduli teritori. Kami ikut membantu saudara-saudara yang ada di Demak dan sekitarnya, meski kami juga mengikuti arahan koordinasi dari Penjabat Gubernur Jawa Tengah, serta kawan-kawan kepala daerah dari kawasan tetangga,” ujar Hasan.

Menurut Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Agustinus Agung Karyanto, di tempat pengungsian Terminal Induk Jati sudah disiapkan dapur umum.

“Dapur umum tersebut melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jateng, sehingga semua kebutuhan logistik untuk memasak juga sudah disiapkan,” ujar Agung.

Menurut Agung, tim memasak, yang juga melibatkan anggota Tagana dari berbagai daerah, secara bergiliran memasak dan membungkus makanan untuk kebutuhan pengungsi. Makanan dari dapur umum ini juga disalurkan ke tempat pengungsian lain. “Ada tiga sif jaga. Setiap sif ada 25 orang petugas yang memasak,” kata dia.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement