Selasa 27 Feb 2024 08:14 WIB

Waspada, Hujan Lebat di DIY Tiga Hari ke Depan Bisa Picu Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan utara Australia.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Ojek payung mengawal pelanggan  saat hujan deras di Stasiun Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Ojek payung mengawal pelanggan saat hujan deras di Stasiun Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa dalam tiga hari kedepan di DIY akan diguyur hujan dengan intensitas lebat. Kondisi cuaca ini diperkirakan terjadi pada 27-29 Februari di hampir seluruh wilayah di DIY.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan, potensi hujan lebat tersebut dapat disertai dengan kilat/petir, dan angin kencang. Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai kondisi cuaca ini.

"Karena dapat memicu bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang atau patah, banjir, juga tanah longsor," kata Warjono.

Warjono merinci bahwa wilayah yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat pada 27 Februari yakni di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo bagian utara, dan Kabupaten Gunungkidul bagian utara.

 

Sedangkan, pada 28 Februari diperkirakan hujan yang disertai kilat dan angin kencang tersebut terjadi di seluruh wilayah di DIY. "29 Februari berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogya, Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara," jelas Warjono.

Dijelaskan Warjono bahwa prediksi cuaca di DIY dalam beberapa hari kedepan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan utara Australia yang membentuk pola belokan, dan perlambatan angin di sebagian besar Pulau Jawa termasuk wilayah DIY.

Selain itu, juga diidentifikasi adanya Suhu Muka Laut (SML), baik dalam skala harian maupun mingguan di sekitar perairan Jawa yang terpantau dalam kisaran 29–310 derajat Celsius.

"Dan anomalinya terpantau positif atau hangat, sehingga menambah potensi penguapan/kandungan uap air dalam atmosfer," katanya.

Lebih lanjut, dikatakan Warjono bahwa hasil analisis terkini dari profil vertikal kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,5–3,0 kilometer (level 850-700 mb) berkisar antara 60–95 persen (cukup basah). Kondisi ini menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY, terutama saat siang, sore, dan malam hari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement