Selasa 12 Mar 2024 22:56 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah di 244 Titik

Ada sejumlah komoditas yang bisa dibeli di pasar murah.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Warga membeli beras saat kegiatan pasar murah.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
(ILUSTRASI) Warga membeli beras saat kegiatan pasar murah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, mengadakan pasar murah serentak pada bulan Ramadhan ini. Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, diharapkan pasar murah dapat menstabilkan harga komoditas di pasaran.

“Selain menyediakan bahan pokok di Kios TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), pemerintah kota juga menggelar pasar murah di 244 titik,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, seusai membuka pasar murah di Kompleks Rumah Susun Penjaringan Sari, Selasa (12/3/2024).

Baca Juga

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, pasar murah ini menyasar warga penghuni rusun dan kantong-kantong kemiskinan. “Sasaran kami warga rusun dan kantong-kantong kemiskinan. Tetapi, kalau ruang yang digunakan tidak cukup, maka bisa digelar di lapangan,” ujar dia.

Dewi mengatakan, pemkot bekerja sama dengan Bulog dalam menyediakan komoditas untuk pasar murah ini. Total disediakan 250 ton beras. Terdiri atas 50 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang dijual Rp 50 ribu per lima kilogram, dan 200 ton beras premium, yang dijual Rp 67.500 ribu per lima kilogram.

Ada juga komoditas gula, yang dijual Rp 16 ribu per kilogram, dan telur ayam, yang dijual Rp 19 ribu per pak. Dewi mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mendukung penyediaan komoditas telur ayam dan bawang merah. Untuk bawang merah, disediakan 4,5 ton, yang dijual dengan harga Rp 10.500 per kilogram.

Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pelaksanaan pasar murah ini. Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan pasar murah kembali. “Kami evaluasi dulu yang hari ini, kemudian bisa mengetahui apakah digelar satu kali atau dua kali sampai akhir tahun,” kata Eri.

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya akan berupaya memastikan stok bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia meminta masyarakat tidak panik.

Menurut Eri, Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk memantau distribusi komoditas pokok dan mengantisipasi adanya oknum yang melakukan penimbunan. “Harapannya setiap pasar di Surabaya juga mengetahui kebutuhan barangnya, ada atau tidak,” kata Eri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement