Selasa 09 Apr 2024 23:37 WIB

Warga di Lumajang Diminta tak Gunakan Koran untuk Alas Sholat Idul Fitri

Pemkab Lumajang mengajak warga mengurangi sampah saat sholat Idul Fitri.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Petugas kebersihan membereskan koran yang digunakan alas saat pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
(ILUSTRASI) Petugas kebersihan membereskan koran yang digunakan alas saat pelaksanaan sholat Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mengajak warga untuk mengurangi sampah saat pelaksanaan sholat Idul Fitri 2024. Seperti tidak menggunakan kertas koran untuk alas sholat Id.

Pasalnya, selepas sholat, kertas koran itu biasanya menjadi sampah. “Dalam upaya untuk mengurangi dampak sampah, kami mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama dalam melaksanakan sholat Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Hertutik, Selasa (9/4/2024).

Baca Juga

Hal tersebut seiring Surat Edaran (SE) dari Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Nomor: 660/667/427.47/2024 Perihal Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah, yang mengacu pada SE Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SE.5 Tahun 2024.

Dalam rangka mengurangi sampah saat momen Lebaran ini, Hertutik mengatakan, masyarakat diminta menggunakan perlengkapan sholat yang dapat digunakan berulang kali. “Tidak hanya itu, menghindari membawa makanan dan minuman ke tempat sholat juga menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi sampah,” kata dia.

Hertutik mengatakan, dalam SE juga disampaikan arahan bagi panitia sholat Idul Fitri untuk memastikan kebersihan. “Terdapat arahan bagi panitia sholat Id untuk membentuk petugas khusus yang bertugas menjaga kebersihan tempat ibadah,” ujar dia.

Dengan upaya bersama itu, menurut Hertutik, diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah, serta membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. “Melalui upaya bersama itu diharapkan tradisi beribadah dapat dipertahankan sambil menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” kata Hertutik.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement