Sabtu 08 Jun 2024 05:29 WIB

Sepekan Ini, Merapi Luncurkan Tiga Kali Awan Panas

Luncuran APG mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Bebeng dalam sepekan terakhir.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Kendaraan melintas di jalan tol fungsional Solo-Yogyakarta dengan berlatar belakan Gunung Merapi di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Kendaraan melintas di jalan tol fungsional Solo-Yogyakarta dengan berlatar belakan Gunung Merapi di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat bahwa aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam sepekan ini. Bahkan, Merapi mengeluarkan tiga kali awan panas guguran (APG) pada periode pengamatan 31 Mei sampai 6 Juni 2024. 

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, luncuran APG tersebut mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Bebeng dalam sepekan terakhir. "Luncurannya sejauh maksimal 1.000 meter," kata Agus, Jumat (7/6/2024).  

Merapi juga tercatat mengeluarkan 141 kali guguran lava selama sepekan ini. Guguran lava juga mengarah ke Kali Bebeng sejauh maksimal 1.800 meter. 

Akibat APG dan guguran lava tersebut, morfologi kubah Merapi barat daya teramati mengalami perubahan. Sedangkan, kata Agus, untuk morfologi kubah tengah masih relatif tetap. 

"Berdasarkan analisis foto udara, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.335.200 meter kubik, dan kubah tengah sebesar 2.362.800 meter kubik," ucap Agus. 

Terkait dengan kegempaan, BPPTKG mencatat bahwa dalam pekan ini jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Pihaknya mencatat terjadi tiga kali gempa APG, 16 kali gempa vulkanik dangkan, 80 kali gempa fase banyak, dua kali gempa frekuensi rendah, 418 kali gempa guguran, dan 11 kali gempa tektonik. 

"Pada minggu ini juga tidak terjadi hujan di pos pengamatan Merapi, dan tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Merapi," katanya. 

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas Merapi selama sepekan ini, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Status Merapi juga masih ditetapkan dalam tingkat siaga atau level III. 

Potensi bahaya Merapi, lanjut Agus, masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dan sektor tenggara. Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya Merapi meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer. 

Pada sektor tenggara, potensi bahaya Merapi meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer, dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer. Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak," ungkap Agus.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma di Merapi masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," jelasnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement