Ahad 31 Aug 2025 19:37 WIB

Mahasiswa Amikom Yogyakarta Meninggal Dunia, Pihak Kampus Buka Suara

Forum BEM se-DIY menyebut kematian Rheza bukan sekadar insiden biasa.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Fernan Rahadi
Suasana pemakaman mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, Ahad (31/8/2025).
Foto: Wulan Intandari/Republika
Suasana pemakaman mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, Ahad (31/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Seorang mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, dikabarkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban dalam bentrokan antara demonstran dan aparat, Ahad (31/8/2025), pagi. Kabar ini sebelumnya diunggah oleh akun Instagram Forum BEM se-DIY yang menyampaikan belasungkawa sekaligus menyoroti dugaan kekerasan aparat yang menyebabkan gugurnya Rheza.

Dalam pernyataan tersebut, Forum BEM DIY menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga almarhum. Pernyataan itu juga disertai dengan kronologi versi mahasiswa mengenai kejadian tragis yang menimpa Rheza. Ia disebut hadir dalam aksi demonstrasi sebagai bagian dari gerakan mahasiswa.

"Kronologi singkat, pada saat aksi demonstrasi besar-besaran yang tengah bergema di berbagai daerah Indonesia, Rheza turut hadir sebagai bagian dari barisan perjuangan mahasiswa. Di tengah situasi kacau, motor yang ditungganginya mati ketika hendak berbalik arah. Tiba-tiba aparat menembakkan gas air mata, membuat Rheza terjatuh. Rekannya yang dibonceng berhasil lari menyelamatkan diri, namun Rheza yang tergeletak justru dihampiri oleh polisi-polisi hingga nyawanya tak lagi tertolong," tulis keterangan dalam unggahan belasungkawa yang diunggah oleh akun Instagram @forumbemsediy, dilihat Republika, Ahad.

Forum BEM se-DIY menyebut kematian Rheza bukan sekadar insiden biasa, melainkan peringatan atas tindakan represif yang merenggut nyawa mahasiswa di ruang publik. "Kematian ini bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga cambuk bagi kita semua. Seorang mahasiswa, seorang anak bangsa, tumbang bukan karena penyakit atau musibah biasa, melainkan dalam ruang perjuangan yang seharusnya dijaga kehormatannya," lanjut keterangan tersebut.

photo
Suasana pemakaman mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, Ahad (31/8/2025). - (Wulan Intandari/Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement