Kamis 13 Nov 2025 23:52 WIB

Sejoli Pembuang Bayi dalam Styrofoam di Prambanan Ditangkap, Malu Punya Anak di Luar Nikah

Pelaku adalah sepasang kekasih.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Pelaku pembuangan bayi di wilayah Prambanan, Sleman, dirilis oleh Polresta Sleman dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (13/11/2025).
Foto: Wulan Intandari/ Republika
Pelaku pembuangan bayi di wilayah Prambanan, Sleman, dirilis oleh Polresta Sleman dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (13/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Misteri penemuan bayi perempuan di dalam kotak styrofoam putih yang menggegerkan warga Ngentak Boleran, Sumberharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sleman berhasil menangkap dua sejoli yang merupakan pelaku pembuangan bayi tersebut.

Pelaku adalah sepasang kekasih, masing-masing berinisial BRI (28 tahun), warga Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, dan DAJ (21 tahun), warga Gunungpati, Semarang. Keduanya ditangkap pada 30 Oktober 2025 di rumah DAJ, setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan intensif.

"Pelaku menelantarkan anak ini dengan cara meletakkan bayi ke dalam styrofoam di tempat sepi di TKP (tempat kejadian perkara) tersebut dan ditinggal pergi," ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Kamis (13/11/2025).

Wiwit menjelaskan kasus ini bermula pada 25 Oktober 2025, saat seorang warga yang hendak mencari laron usai salat Subuh menemukan sebuah kotak styrofoam berukuran 40x60x30 sentimeter di pinggir jalan kawasan Sumberharjo. Ketika dibuka, kotak itu berisi bayi perempuan hidup yang masih dibedong dengan kain dan perlengkapan bayi baru.

Polisi yang mendapat laporan dari warga segera melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan merekam CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penelusuran, ditemukan petunjuk yang mengarah kepada kedua pelaku yang ternyata merupakan orang tua kandung bayi tersebut.

"Saat ini keduanya sudah ditahan di rutan Polresta Sleman," kata Wiwit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement