Selasa 17 Oct 2023 16:02 WIB

Lahan Pertanian di Sleman Terancam Kekeringan Imbas Penutupan Selokan Mataram

Pembangunan Selokan Mataram dilakukan lantaran terdapat kebocoran saluran irigasi.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Pekerja mengerjakan proyek revitalisasi saluran air cagar budaya Selokan Mataram di Kawasan Banyurejo, Tempel, Sleman, D.I Yogyakarta.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Pekerja mengerjakan proyek revitalisasi saluran air cagar budaya Selokan Mataram di Kawasan Banyurejo, Tempel, Sleman, D.I Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sejumlah lahan pertanian dan perikanan di Kabupaten Sleman, DIY, terancam mengalami kekeringan imbas penutupan aliran air selokan Mataram. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, pada November pihaknya akan mengomunikasikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) untuk segera membuka kembali selokan Mataram.

"Kemarin 1 Oktober (ditutup) sampai akhir bulan, nanti November insya Allah bisa kita komunikasikan lagi untuk segera dibuka untuk saluran irigasinya," kata Danang, Selasa (17/10/2023).

Danang mengatakan, pihak BBWSO sebelumnya meminta penutupan aliran air selokan Mataram dilakukan selama dua bulan. Namun, Pemkab Sleman berhasil menegosiasikan hal tersebut menjadi satu bulan.

"Kemarin kan tawar-tawaran kita dua bulan, tapi kita tawar satu bulan akhirnya deal, kita tawar lagi dua pekan, tapi memang konstruksi perbaikan saluran selokan Mataram terutama dengan hal-hal teknis konstruksi bangunan  ini keringnya pada hari 28,29, kalau dua pekan tidak bisa, ditakutkan nanti tidak sesuai spek dan kekuatannya berkurang," ujarnya.

 

Danang menjelaskan pembangunan tersebut dilakukan lantaran terdapat kebocoran-kebocoran saluran irigasi, sehingga banyak debit air yang terbuang. Bahkan, menurutnya ada masyarakat yang membuat saluran irigasi sendiri dengan membobol. "Kami terus pantau mudah-mudahan pembangunan ini bisa segera selesai," kata dia.

Menurut dia, Pemkab Sleman juga telah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari agar para petani bisa bersiap-siap. Selain itu, untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah wilayah yang dilalui aliran selokan Mataram, BPBD dan BBWSO telah membantu dengan melakukan droping air.

Namun dirinya mengaku belum update berapa tangki air bantuan yang diberikan. "Update kami belum bisa menginfokan lagi, karena dari BPBD belum ter-update, tapi begitu ada yang minta pasti kita kasih," ujarnya.

Sebelumnya, Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Air BBWSSO, Rr Vicky Ariyanti menjelaskan bahwa pematian aliran air dilakukan selama satu bulan. Pematian saluran dilakukan untuk pembangunan bangunan ukur di saluran induk, pembuatan pintu air baru dan mengecek serta pemeliharaan dari selokan Mataram.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement