Jumat 20 Oct 2023 08:12 WIB

Bupati Sleman Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Air Limbah Domestik

Pengelolaan air limbah domestik penting dilakukan dengan baik dan benar.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Sleman, di Lor Kreteg Resto, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (18/10/2023).
Foto: Humas Pemkab Sleman
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Sleman, di Lor Kreteg Resto, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (18/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Sleman, di Lor Kreteg Resto, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Rabu (18/10/2023). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun.

Kustini mendukung penuh kegiatan penguatan kapasitas yang digagas DLH Sleman ini. Menurutnya pengelolaan air limbah domestik penting dilakukan dengan baik dan benar guna menghindari berbagai potensi penyakit yang ditimbulkan.

Baca Juga

"Salah satunya bisa menyebabkan stunting. Karena bakteri dari limbah air yang tidak dikelola dengan baik bisa mencemari sumber air di sekitarnya yang digunakan untuk air minum," kata Kustini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Pengelola dan Pemanfaat (KPP). Menurut dia, upaya pengelolaan air limbah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga harus ada peran aktif dari kelompok masyarakat. 

"Silakan nanti kalau panjenengan punya kebutuhan apa disampaikan saja, nanti kita koordinasikan. Karena tanpa peran dan bantuan panjenengan semua, kita tidak bisa mengelola limbah domestik secara menyeluruh," ucap Kustini.

Seksi Pengelolaan Air Limbah DLH Sleman, Tohari, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 65 ketua KPP IPAL komunal dari wilayah Sleman timur-utara, di antaranya Sleman, Turi, Tempel, Ngemplak, Cangkringan, Ngaglik, Kalasan, dan Prambanan. Dalam acara ini juga disampaikan materi oleh narasumber dari AKSANSI (Asosiasi KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) SANIMAS (Sanitasi Masyarakat) Seluruh Indonesia).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement