Jumat 08 Dec 2023 10:08 WIB

Pelaku Pariwisata DIY Diminta tak Manfaatkan Momen Nataru untuk Aji Mumpung

Para pelaku pariwisata diharapkan dapat memberikan kesan yang baik kepada wisatawan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Pengunjung melihat Bunga Amarilis yang bermekaran di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (30/11/2023). Setiap memasuki awal musim penghujan kebun Bunga Amarilis milik Sukadi menjadi salah satu tujuan wisata sejak 2015. Pengunjung dengan membayar retribusi masuk Rp 10 ribu bisa melihat dan berswafoto di hamparan Bunga Amarilis. Lama mekarnya bunga sekitar dua Minggu dan waktunya biasanya sekitar akhir November hingga awal Desember. Menurut pemilik, Sukadi saat ini di kebunnya memiliki dua juta umbi Bunga Amarilis dengan jumlah tangkai sekitar 4 juta tangkai bunga.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pengunjung melihat Bunga Amarilis yang bermekaran di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (30/11/2023). Setiap memasuki awal musim penghujan kebun Bunga Amarilis milik Sukadi menjadi salah satu tujuan wisata sejak 2015. Pengunjung dengan membayar retribusi masuk Rp 10 ribu bisa melihat dan berswafoto di hamparan Bunga Amarilis. Lama mekarnya bunga sekitar dua Minggu dan waktunya biasanya sekitar akhir November hingga awal Desember. Menurut pemilik, Sukadi saat ini di kebunnya memiliki dua juta umbi Bunga Amarilis dengan jumlah tangkai sekitar 4 juta tangkai bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum bagi banyak wilayah yang menjadi tujuan wisata di Indonesia, termasuk DIY untuk meningkatkan perekonomiannya. Terlebih, kunjungan wisatawan ke DIY sendiri sering meningkat saat libur Nataru.

Bahkan, diprediksi pada libur Nataru 2024 ini akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY dibandingkan 2023. Untuk itu, Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) DIY meminta agar pelaku pariwisata tidak memanfaatkan momen libur Nataru 2024 ini untuk mempraktikan aji mumpung.

"Jangan sampai ada yang aji mumpung, ini yang saya ingatkan ke anggota PHRI dan pelaku pariwisata. Kita berharap tidak hanya (industri) perhotelan, tapi pelaku pariwisata, kuliner, dan lain-lain secara keseluruhan tidak aji mumpung," kata Ketua DPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono kepada Republika, Kamis (7/12/2023).

Deddy menuturkan bahwa libur Nataru 2024 ini juga merupakan momentum untuk membangkitkan pariwisata yang berkelanjutan. Deddy menekankan, praktik aji mumpung dapat mencoreng citra DIY sebagai daerah tujuan wisata.

 

"Nataru ini momentum untuk kebangkitan pariwisata di DIY yang berkelanjutan, bukan hanya di tahun ini saja. Aji mumpung itu sangat tidak baik, hanya sesaat kita menikmati, tapi tidak ada keberlanjutannya akan jelek. Ini nyawa kita dipertaruhkan di Nataru," ungkap Deddy.

Deddy berharap agar seluruh pelaku pariwisata dapat memberikan kesan yang baik kepada wisatawan yang berkunjung ke DIY, khususnya pada momen libur Nataru 2024. Dengan begitu, juga diharapkan nantinya dapat semakin meningkatkan sektor pariwisata DIY yang berkelanjutan.

"Nataru ini momentum kita memberikan kesan yang baik kepada wisatawan yang datang ke DIY, mulai dari hospitality sampai ke destinasinya," kata Deddy.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement