Rabu 03 Apr 2024 22:56 WIB

Puncak Mudik di Stasiun KAI Daop Surabaya, Diprediksi Ada 22 Ribu Penumpang

316.709 tiket kereta Angkutan Lebaran di Daop 8 Surabaya sudah terjual.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Penumpang kereta di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
(ILUSTRASI) Penumpang kereta di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Puncak arus mudik di stasiun wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya diprediksi berlangsung mulai 5 April hingga 8 April 2024. Pada periode tersebut, jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 8 diperkirakan sekitar 22 ribu orang per harinya.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, hal itu berdasarkan data hingga Rabu (3/4/2024) pagi, di mana lebih dari 22 ribu tiket terjual per hari. “Jumlah tersebut masih akan bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung,” kata dia.

Baca Juga

PT KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2024 mulai 31 Maret hingga 21 April. Sejauh ini, menurut Luqman, sudah terjual 316.709 tiket kereta. Pada H-7 Lebaran, kata dia, yang terjual 11.582 tiket.

Adapun jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 8 selama masa Angkutan Lebaran, mulai 31 Maret hingga 3 April 2024, dilaporkan 51.872 orang. Sedangkan yang datang ke stasiun wilayah Daop 8 sebanyak 64.077 orang.

Luqman mengatakan, penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 8 didominasi tujuan Solo, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Cirebon, Jakarta, Jember, dan Banyuwangi.

Ada lima kereta jarak jauh yang paling favorit, antara lain KA Pasundan Tambahan relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong, KA Airlangga relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, dan KA Tawang Alun relasi Malang Kotalama-Ketapang.

Selain itu, KA Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir dan KA Jayabaya relasi Malang-Surabaya-Pasar Senen.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement