Selasa 09 Apr 2024 22:14 WIB

Pj Gubernur Jatim Minta Pengelola Wisata Pastikan Keamanan Pengunjung

Saat libur Lebaran diprediksi terjadi lonjakan pengunjung ke tempat wisata di Jatim.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono.
Foto: Dok Pemprov Jatim
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pengelola tempat wisata di Jawa Timur (Jatim) diminta bersiap menyambut wisatawan saat momen libur Lebaran 2024. Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono mengingatkan soal pelayanan dan keamanan pengunjung di lokasi wisata.

Apalagi, pada momen libur Lebaran biasanya terjadi lonjakan pengunjung ke tempat wisata. “Pemilik wahana wisata pasti kebanjiran (pengunjung). Jadi, mohon paling utama cek kembali peralatan, keamanannya. Kedua, perbanyak penjaganya, jangan sampai banyak peminat, layanannya asal,” kata Adhy, Selasa (9/4/2024).

Baca Juga

Selain itu, Adhy meminta pengelola tempat wisata menyediakan layanan kesehatan bagi pengunjung. Dengan begitu, ketika ada pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pertolongan medis dapat cepat tertangani. “Layanan kesehatan, walaupun kami sudah lakukan, mohon pemilik wisata juga menyediakan,” ujar dia.

Adhy memprediksi puncak kepadatan pengunjung di sejumlah destinasi wisata wilayah Jatim terjadi pada 12 April dan 13 April 2024. Menurut dia, sudah disiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pengunjung, terutama di destinasi wisata favorit, seperti di wilayah Malang dan Kota Batu.

“Wisata Malang dan Batu sudah pasti karena jumlah akan banyak, puncaknya 12 dan 13 April. Kami sudah simulasi dengan Polda Jatim akan melakukan skema buka tutup dan pengalihan arus (ketika terjadi kepadatan lalu lintas),” kata Adhy.

Menurut Adhy, antisipasi kepadatan pengunjung juga dilakukan di destinasi favorit lainnya, seperti di wilayah Banyuwangi dan Gunung Bromo. Ia mengimbau masyarakat yang hendak berlibur untuk memahami kondisi lokasi wisata dan lalu lintasnya. 

Masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk berlibur di tempat wisata tertentu jika kondisinya sudah penuh pengunjung. “Kami imbau pada masyarakat, sekiranya sudah jelas hari ini penuh, jangan dipaksakan, dan mencari informasi yang akurat apakah lalu lintas padat atau tidak. Jangan memaksakan diri,” kata Adhy.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement