Kamis 05 Oct 2023 15:13 WIB

Cerita Warga Dusun Jerugan Jalan Kaki Satu Kilometer Ambil Air Imbas Kekeringan

Mesin sumur bor di dusun ini sudah rusak sejak 2021.

Seorang warga memikul jeriken berisi air bersih usai mengambil air saat musim kemarau  (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Seno
Seorang warga memikul jeriken berisi air bersih usai mengambil air saat musim kemarau (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO -- Warga di Dusun Jerugan di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, masih kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena bantuan air dari pemerintah belum bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, warga Dusun Jerugan kadang harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer untuk mengambil air dari mata air di daerah tetangga.

"Air bantuan pemerintah daerah hanya cukup dua hari dan maksimal tiga hari, sedangkan pengiriman air bersih biasanya seminggu sekali, bahkan (kadang sampai) delapan hari," kata Kepala Dusun Jerugan Abdul Basit di Situbondo, Kamis (5/10/2023).

Ia menyampaikan dalam satu kali pengiriman biasanya pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 hingga 10 ribu liter ke Dusun Jerugan. Bantuan air bersih sebanyak itu dalam waktu maksimal tiga hari biasanya sudah habis disalurkan kepada 673 warga dusun.

 

Setelah itu, menurut dia, warga mengambil air dari mata air di desa tetangga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sampai bantuan air dari pemerintah daerah datang lagi.

"Biasanya warga mengambil air ke sumber mata air di desa sebelah (Desa Gunung Putri), naik ke perbukitan sejauh satu kilometer, jika air bantuan pemerintah sudah habis," kata Basit.

Dikatakan, sejak awal musim kemarau warga Dusun Jerugan menghadapi kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena mesin di sumur bor bantuan pemerintah sudah rusak.

"Mesin sumur bor di sini sudah rusak sejak 2021 dan sampai dengan saat ini belum diperbaiki," ujar dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Sruwi Hartanto mengatakan pengiriman bantuan air ke daerah yang terdampak kekeringan terkendala keterbatasan ketersediaan truk tangki.

"Kami hanya punya dua truk tangki (berkapasitas) masing-masing 5.000 liter dan setiap harinya petugas bergantian mendistribusikan air ke tujuh dusun yang kekurangan air bersih," kata dia.

Menurut data BPBD Situbondo, daerah yang musim kemarau tahun ini menghadapi kekurangan pasokan air bersih antara lain Dusun Sokaan Utara di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh. Dusun itu berpenduduk 2.793 jiwa, yang tersebar di enam lingkungan rukun tetangga (RT).

Kekurangan air bersih juga terjadi di Dusun Bandusa dan Dusun Polay Taman, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa. Sebanyak 800 warga yang tersebar di enam RT di kedua dusun itu kekurangan air bersih karena sumber air mereka mengecil.

Selain itu, kekurangan air bersih terjadi di Dusun Sekar Putih dan Dusun Curah Temu, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, serta Dusun Jerugan di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement