Selasa 10 Oct 2023 12:17 WIB

Konflik Keraton Solo Menghangat, Gibran: Pokoknya Pembangunan Lanjut Terus!

Gibran mengatakan sempat menyambangi keraton ketika konflik terjadi.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Suasana Keraton Solo.
Foto: Muhammad Noor Alfian
Suasana Keraton Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Solo tetap berjalan meskipun konflik kembali menghangat.

"Mengenai permasalahan internal keraton, kemarin saya tegaskan bahwa apapun keadaannya mohon kami diizinkan untuk memulai pembangunan," kata Gibran, Selasa (10/10/2023).  

Baca Juga

Putra sulung presiden Jokowi tersebut menegaskan proses revitalisasi tetap berlangsung. Ia juga berharap konflik tersebut tidak mengganggu jadwal dimulainya revitalisasi Keraton. 

"Pokoknya pembangunan akan lanjut terus. Kemarin antara Kementerian PUPR dan keraton sudah sepakat serah terima aset akan diserahkan ke yayasan yang kemarin sudah disetujui oleh sinuhun. Kan harus serah terima, ya itu pembangunan harus jalan terus," katanya. 

 

Gibran mengatakan dirinya sempat menyambangi keraton ketika konflik tersebut. Meskipun konflik masih berlangsung, ia menyarankan agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kemarin saya sudah ke sana siangnya, belum selesai. Kemarin ketemu Kanjeng Gusti Ratu (istri PB XIII,). Monggo diselesaikan internal saja, intinya kami mohon izin agar pembangunan di sana tetap berjalan. Insya Allah tidak menghambat," katanya. 

Di sisi lain, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Solo, KP Dani Nur Adiningrat membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, konflik terjadi lantaran kesalahpahaman antar kedua pihak. "Memang ada sedikit kesalahpahaman. Dan tadi sudah clear," katanya.

Dani menjelaskan, Sinuhun setiap hari Senin dan Kamis melakukan sebuah ritual khusus yang hanya diketahui oleh dirinya. Kemungkinan Sinuhun ingin bermeditasi di kawasan tersebut. 

"Mungkin beliau berdoa atau apa. Karena ini keraton menjelang revitalisasi. Situasi saat ini kondusif, aman," ungkapnya. 

Di sisi lain, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Kanjeng Pangeran Eddy Wirabhumi mengungkapkan bahwa ada upaya penutupan pintu Kamandungan oleh pihak Sinuhun.

"Sekarang ini pintu tengah (Kamandungan-Red) dikunci lagi. Tadi alasannya mau chaos dahar terus kami buka. Setelah dibuka itu gembok diminta dan diganti gembok baru, terus mau menggembok pintu yang lain lagi," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement