Kamis 04 Jan 2024 16:45 WIB

Waspada, Ada Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim Sepekan ke Depan

Kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu terjadinya bencana.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Cuaca ekstrem.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
(ILUSTRASI) Cuaca ekstrem.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memprakirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur (Jatim) pada periode 4 Januari hingga 10 Januari 2024. Masyarakat diminta waspada akan kondisi cuaca ekstrem ini, yang dapat memicu kejadian bencana.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan, adanya monsun Asia musim dingin, yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan, mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah. 

Baca Juga

Selain itu, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan terbentuknya pola pertemuan angin, serta belokan angin di sekitar wilayah Jatim juga memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan. “Ini (peningkatan pertumbuhan awan hujan) sepekan kedepan diprakirakan cukup intens,” kata Taufiq, Kamis (4/1/2024).

Karena itu, BMKG mengingatkan akan potensi terjadinya kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, ataupun hujan es. Kondisi cuaca ekstrem ini diprakirakan dapat terjadi di berbagai kabupaten/kota wilayah Jatim. 

Taufiq mengimbau masyarakat dan instansi terkait mewaspadai potensi cuaca ekstrem, yang dapat memicu kejadian bencana, seperti banjir, banjir bandang, longsor, maupun pohon tumbang. Terlebih di daerah dengan topografi curam atau bergunung atau tebing. Kondisi cuaca ekstrem juga dapat menyebabkan jalanan licin dan mengurangi jarak pandang. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement