Kamis 22 Feb 2024 18:33 WIB

Revitalisasi Pasar Godean Sleman Ditargetkan Rampung Mei 2024

Sejumlah fasilitas disiapkan, termasuk lahan parkir seribu kendaraan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Irfan Fitrat
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau progres pengerjaan revitalisasi Pasar Godean di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/2/2024).
Foto: Dok Humas Pemkab Sleman
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau progres pengerjaan revitalisasi Pasar Godean di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Pekerjaan revitalisasi Pasar Godean di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih berjalan. Ketua Tim PPK Prasarana Strategis II Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Raden Haryo Satriyawan menyebut pekerjaan revitalisasi pasar itu ditargetkan rampung Mei mendatang.

“Proses pembangunan berjalan 60 persen dan kami laporkan tidak ada kendala apa pun,” kata Haryo, dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau langsung progres revitalisasi Pasar Godean. Ia menilai, revitalisasi pasar sejauh ini berjalan baik dan sesuai perencanaan.

Pasar Godean nantinya menampung 1.837 pedagang, yang sementara ini menempati pasar relokasi di wilayah Kalurahan Sidoluhur. Menurut Bupati, Pasar Godean akan dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti mushala dan toilet bagi difabel, juga ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

 

Selain itu, Bupati mengatakan, ada fasilitas parkir yang dapat menampung sekitar seribu kendaraan. “Lahan parkir di samping. Nanti bisa menampung 150 mobil, bus juga bisa, dan sekitar 400 sampai 600 motor,” kata Bupati.

Setelah revitalisasi rampung, Bupati berharap Pasar Godean tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tapi juga destinasi wisata. Apalagi, di kawasan tersebut Makam Mbah Jembrak tetap dipertahankan, yang biasanya menjadi tujuan para peziarah.

“Melihat bangunan yang bagus ini, kita berharap pasar ini juga menjadi tempat wisata. Terlebih lagi ada Makam Mbah Jembrak, leluhur warga Sleman. Kita tetap menghargai. Semoga nanti masyarakat tetap bisa berziarah dengan nyaman,” ujar Bupati.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement