Senin 26 Feb 2024 13:23 WIB

Pasar Murah Beras Digelar di Tingkat Kecamatan Wilayah Situbondo

Di setiap kecamatan disebut dialokasikan 10 ton beras untuk pasar murah.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Warga membeli beras saat kegiatan pasar murah.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
(ILUSTRASI) Warga membeli beras saat kegiatan pasar murah.

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, bekerja sama dengan Perum Bulog mulai menggelar pasar murah komoditas beras. Pasar murah digelar di tingkat kecamatan secara bergiliran.

“Pada hari ini pasar murah dimulai dari Kecamatan Banyuputih dan Kecamatan Asembagus, dan tiap kecamatan dibagi di dua titik untuk pemerataan,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo Edy Wiyono, Senin (26/2/2024).

Baca Juga

Menurut Edy, di setiap kecamatan dialokasikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog sebanyak 10 ton. “Karena di tiap kecamatan dibagi menjadi dua titik, jadi masing-masing titik disiapkan lima ton beras medium kemasan lima kilogram,” katanya.

Edy mengatakan, beras medium dalam kemasan lima kilogram itu dijual Rp 51.500 atau harganya Rp 10.300 per kilogram. Harganya disebut lebih murah dibandingkan di pasaran, yang saat ini berkisar Rp 14 ribu-16.500 per kilogram.

 

Menurut Edy, dalam pasar murah ini pembelian beras dibatasi. “Setiap warga dibatasi untuk pembelian beras satu sak atau satu kemasan lima kilogram, guna mengantisipasi pembelian tengkulak,” ujar dia.

Bupati Situbondo Karna Suswandi mengatakan, pasar murah itu digelar dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat di tengah harga beras yang mengalami kenaikan.

“Kami, pemerintah daerah, akan terus berupaya memberikan solusi terbaik kepada masyarakat di tengah kenaikan harga beras di pasaran,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, pasar murah ini juga diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasaran dan menekan laju inflasi. Selain pasar murah, kata dia, hari ini juga mulai disalurkan bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

“Sekaligus juga disalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS,” kata Bupati.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement